Minggu, 06 Oktober 2013

Etika Government Dalam Menyikapi Bisnis di Indonesia (TUGAS 1 - SOFTSKILL - KELOMPOK 11)

BAB. I PENDAHULUAN I.Latar Belakang Tujuan utama dibentuknya pemerintahan adalah untuk menjaga suatu sistem ketertiban yang memungkinkan masyarakat dapat menjalani kehidupannya secara wajar. Oleh karena itu, pemerintah diperlukan pada hakikatnya adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah tidak dibentuk untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat, menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya demi mencapai tujuan bersama. Suatu gejala yang nampak dewasa ini adalah kecenderungan dan pertumbuhan ke arah mensukseskan pembangunan di segala bidang. Namun di Indonesia tampaknya masalah penerapan etika pemerintah dalam menyikapi bisnis masih belum cukup baik dilakukan dan digerakan secara nyata. Pada umumnya baru sampai tahap pernyataan-pernyaataan atau sekedar lips-service belaka. Karena memang enforcement dari pemerintah pun belum tampak secara jelas. Sesungguhnya Indonesia harus lebih awal menggerakan penerapan etika bisnis secara intensif terutama setelah tragedi krisis ekonomi tahun 1998. Sayangnya bangsa ini mudah lupa dan mudah pula memberikan maaf kepada suatu kesalahan yang menyebabkan bencana nasional sehingga penyebab krisis tidak diselesaikan secara tuntas dan tidak berdasarkan suatu pola yang mendasar. Sesungguhnya penyebab utama krisis ini, dari sisi korporasi, adalah tidak berfungsinya praktek etika bisnis secara benar, konsisten dan konsekwensi. II.Rumusan Masalah • Apakah yang dimaksud dengan etika government? • Bagaimana etika pemerintah dalam menyikapi bisnis di Indonesia? III.Tujuan Penulisan • Untuk memahami serta mengetahui apa yang dimaksud dengan etika government • Dan bagaimana etika pemerintah dalam menyikapi bisnis yang berkembang di Indonesia BAB. II PEMBAHASAN Etika Government yaitu penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik. Ajaran untuk berperilaku yang baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai keutamaan yang berhubungan dengan hakikat manusia disebut etika pemerintahan. Selain itu etika pemerintahan juga merupakan bagian dari praktek yurisprudensi atau filosofi hukum yang mengatur operasi dari pemerintah dan hubungannya dengan orang-orang dalam pemerintahan. Prinsip-prinsip etika harus disesuaikan dengan keadaan, waktu, dan tempat. Prinsip-prinsip etika yang bersifat authority, yang bersifat perintah menjadi suatu peraturan sehingga kadang-kadang merupakan atribut yang tidak bisa dipisahkan. Tujuan dari Etika Government itu sendiri antara lain: 1. Memudahkan warga masyarakat untuk mendapatkan pelayanan public dan untuk berinteraksi dengan jajaran pemerintah. 2. Memperbaiki kepekaan dan respon Pemda terhadap kebutuhan warga. 3. Meningkatkan Efisiensi, efektivitas dan accountability dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ada beberapa hal yang menjadi hambatan atau tantangan dalam mengimplementasikan E-Government di Indonesia yaitu: 1. Kultur berbagi belum ada. Kultur berbagi (sharring) informasi dan mempermudah urusan belum merasuk di Indonesia. Bahkan ada pameo yang mengatakan: “Apabila bisa dipersulit mengapa dipermudah?”. Banyak oknum yang menggunakan kesempatan dengan mepersulit mendapatkan informasi ini. 2. Kultur mendokumentasi belum lazim. Salah satu kesulitan besar yang kita hadapi adalah kurangnya kebiasaan mendokumentasikan (apa saja). Padahal kemampuan mendokumentasi ini menjadi bagian dari ISO 9000 dan juga menjadi bagian dari standar software engineering. 3. Langkanya SDM yang handal. Teknologi informasi merupakan sebuah bidang yang baru. Pemerintah umumnya jarang yang memiliki SDM yang handal di bidang teknologi informasi. SDM yang handal ini biasanya ada di lingkungan bisnis / industri. Kekurangan SDM ini menjadi salah satu penghambat implementasi dari e-government. Sayang sekali kekurangan kemampuan pemerintah ini sering dimanfaatkan oleh oknum bisnis dengan menjual solusi yang salah dan mahal. 4. Infrastruktur yang belum memadai dan mahal. Infrastruktur telekomunikasi Indonesia memang masih belum tersebar secara merata. Di berbagai daerah di Indonesia masih belum tersedia saluran telepon, atau bahkan aliran listrik. Kalaupun semua fasilitas ada, harganya masih relatif mahal. Pemerintah juga belum menyiapkan pendanaan (budget) untuk keperluan ini. 5. Tempat akses yang terbatas. Sejalan dengan poin di atas, tempat akses informasi jumlahnya juga masih terbatas. Di beberapa tempat di luar negeri, pemerintah dan masyarakat bergotong royong untuk menciptakan access point yang terjangkau, misalnya di perpustakaan umum (public library). Di Indonesia hal ini dapat dilakukan di kantor pos, kantor pemerintahan, dan tempat-tempat umum lainnya. Beberapa solusi permasalahan etika bisnis adalah 1. Untuk mengatasi kejahatan bisnis/ekonomi Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang telah melahirkan revolusi industri perdagangan, perbankan dan khususnya korporasi, dalam skala global, sebaliknya semua negara memperkuat komitmen politiknya untuk lebih memartabatkan kegiatan ekonomi dan bisnis. Dengan begitu, kemakmuran dan kesejahteraan dapat terwujud. Selain itu perlu juga diperkuat komitmen moralnya untuk tetap konsisten menjalankan sebuah misi penting, yaitu mewujudkan keadilan, kebenaran, kejujuran, penegakan hukum, penegakan etika dan peningkatan rasa berkompetisi secara fair, rasional dan berkemanusiaan. 2. Pemerintah harus merancang sebuah pemikiran Strategik mengenal politik penanggulangan kesejahteraan bisnis secara rasional. LSM (NGO) yang menaruh perhatian pernuh terhadap upaya penccegahan dan pemberantasan korupsi harus tetap menekan pemerintah, terutama aparat penegak hukum untuk mengukum siapapun seberat-beratnya bila mengganggu stabilitas ekonomi. Tindaka reprsif sesungguhnya harus ditempuh untuk mengganjar para pelaku kejahatan bisnis/ekonomi dalam skala besar. 3. Mencegah sekaligus memberantas kejahatan bisnis/ekonomi Sesuatu hal yang signifikan, strategik dan fundamental harus diambil, yaitu dengan lebih dahulu membenahi organisasi kekuasaan kehakiman, kejaksaan dan kepolisian sebagai stakeholders utama dalam penegak hukum. Integritas moral, spiritual dan mental para penegak hukum harus teruji. Tingkat kesejahteraan dan kelangsungan hidup komunitas ini harus diperhatikan. 4. Integritas moral pemerintah dan parlemen juga harus lebih baik Agar tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam berbuat kejahatan bisnis/ekonomi. Etika kekuasaan dan berpemerintahan harus dimiliki pemerintah dan parlemen. Etika politik anggota-anggota DPR juga haruslah teruji untuk tidak tergoda dengan menggunakan jabatan politik untuk mem-backing pelaku kejahatan bisnis. 5. Etika bisnis harus dikampanyekan (disosialisasikan) oleh pemerintah dan LSM (NGO) secara berkelanjutan Etika bisnis juga harus diberikan sebagai kurikulum (mata ajaran) wajib pada sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang mendalami ilmu ekonomi, manajemen, perdagangan, korporasi, perbankan dan keuangan, dan hal-hal yang berrkaitan dengan itu. 6. Prinsip-prinsip good corporate governance harus diterapkan Pada semua korporasi baik milik asing, pemerintah, maupun swasta lokal. Para pelaku bisnis/ekonomi hendaknya menyadari, bahwa di tangan mereka martabat dan kemajuan bangsa dipertaruhkan. Alasan Meningkatnya Perhatian Dunia Usaha Terhadap Etika Bisnis • Krisis publik tentang kepercayaan • Kepedulian terhadap kualitas kehidupan kerja • Hukuman terhadap tindakan yang tidak etis • Kekuatan kelompok pemerhati khusus • Peran media dan publisitas • Perubahan format organisasi dan etika perusahaan BAB.III KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan ini adalah pemerintah harus lebih siap menghadapi bisnis di indonesia. Pemerintah harus adil dalam menyikapi hal tersebut. Dalam arti pemerintah harus memberikan jaminan kepada pebisnis kecil bahwa usaha mereka aman dan mereka dapat dengan leluasa mengembangkannya. Sementara di pihak lain, pemerintah juga memberikan batasan kepada pembisnis yang bermodal besar agar tidak melakukan dominasi atau monopoli dalam dunia bisnis. Dengan diberikannya kesempatan yang sama oleh pemerintah baik kepada pebisnis kecil maupun pebisnis besar, kehidupan perekonomian akan menjadi seimbang. Hal tersebut akan menarik investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Keseimbangan di dalam dunia bisnis ini juga dapat menaikkan perkapita masyarakat Indonesia. DAFTAR PUSTAKA http://velanthin.blogspot.com/2012/10/etika-governmentetika-government.html http://dwiputr59.blogspot.com/2012/11/etika-government.html http://firmasari10.blogspot.com/2012/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html, http://blogakuntansikeuangan.blogspot.com/2012/11/etika-governmentgovernance.html, http://dedewulan90.wordpress.com/category/etika-bisnis/ http://www.bimbingan.org/peran-pemerintah-dalam-dunia-bisnis.html

Rabu, 12 Juni 2013

Sempu Island A Hidden Island With Beautiful Lagoon

pulau sempu or sempu island is a small island located in the south of East Java. It is an island with a beautiful sea lagoon Segara Anakan inside, turquoise seawater, and white sand. Sempu Island is in Malang region and takes 3 hours driving to the harbor near the island, Sendang Biru. Rent a boat for 15 minutes trip from Sendang Biru to the island’s bay, and don’t forget to arrange your return time with the boat’s owner. If you are looking for a place where you can build a tent, no one around, isolated from the outside world, sunbathing on white sand, and swim to the sea with no waves? Sempu Island in Indonesia is your place. People come for many reasons to the island. Celebrating Indonesian Independence Day on 17 August, New Year eves, Valentine’s Day, vacation, or even an observation. Before getting to the lagoon inside the island, it needs 2 km trekking from the bay through the muddy jungle and takes 1 up to 5 hours trekking! It makes sense. I have been there 7 times since 2008 and spent many hours trekking depend on the weather, either sunny or rainy day. Sunny day will make a dry track, and rainy day will give you a gift with a muddy track! Late trekking in the afternoon and the number of the group also will take your time longer to reach the lagoon. In 2008, I started trekking through the muddy track at 05.00 p.m with 15 persons on the journey! We spent 5 hours and arrived at 11.00 p.m! One way trekking is possible when you start at 10.00 am in the morning with a dry track with less people who joins with you or alone. You will only spend 45 minutes as I did, 30 minutes on the lagoon, and another 45 minutes going back to the bay. Watch your step also while trekking and keep on the existing track, or you will get lost and double your journey’s time! Since the island is a protected conservation area, things you have to keep on your mind are: Keep the island clean and take your rubbish with you on your way back Be careful with wild monkeys, sometimes it takes your meal Don’t damage the forest Don’t swim to the rock’s hole while waves hit from the outside. I did! It was a nightmare having a big bloody wound on my feet. Before going to Sempu Island, things you have to prepare and important to bring for many reasons such as: Bring your own drinking water and food. No seller and no freshwater inside the island Ask for permission in BKSDA office in Surabaya or Jember. But sometimes people only ask to the officer near Sendang Biru Bring your camera to capture awesome pictures Use a trekking sandal or shoes Bring your cell phone to communicate with your friends and boat’s owner (you will only find signal in the bay and lagoon) No electricity, so bring your flashlight, extended charger or double battery depend on your length of stay If you decide to stay, bring your camping stuff (sleeping bag, mattress, tent) Sun block? Well if you fell it is important for you, then bring it Wet and dry wipes is an emergency for me! sumber: http://travenesia.com/sempu-island-a-hidden-island-with-beautiful-lagoon/ A far and tiring journey to the lagoon paid off with the beautiful landscapes and views. Happy traveling mate!

INTRODUCTION TO ENVIRONMENTALISM

Our planet, Earth is much like a home but we never care to look after it like our homes. We utilize its resources, we pollute it with waste or trash, and we never thought that what things will be like in the coming days or future, never thinking what shape things will be in for our children. Millions tons of waste is produced in the world every day. It a high time to think about our environment and what can we do to make our environment free from pollution. The given article shares brief introduction to environmentalism and the importance of being earth friendly. Environmentalism can simply be considered as a social movement that mainly concerns for environmental conservation and improving the state of the environment. Green color often represents environmentalism and environmental concerns. In simple words, it is just a social movement that strives to persuade or induce the political process by lobbying, activism as well as education for protecting natural resources & eco-systems. Talking about environmentalism, it has now become very essential for people to care about the planet Earth and the long term survival of life on this planet. The introduction to environmentalism clearly shows the importance of being earth friendly. We need to start recognizing the environment problems and should come up solutions to save our environment and make a healthy environment for living. In other words, recognizing a problem is the first step in finding the solution. For instance, environmental concepts like eco-system, sustainable development, biodiversity etc will help you understand the vulnerability of our environment, and framing our environmental problems as well as coming up with different solutions. Going further with environmentalism introduction, the solutions actually come up with a mixture of several approaches which involves conservation, law, economics, technology, education, social justice, personal change, and activism. Moreover, it is important for all of us to be earth friendly or eco friendly as possible. It’s in our hands as well as we have the ability to make our earth or world a better place for ourselves, our children and for future generations. The above introduction to environmentalism clearly shows exact meaning of environmentalism. sumber: http://feelfriendly.com/environmentalism-a-short-introduction.html

Indonesian Civil Society Forum for Climate Justice

A DTE interview with Giorgio Budi Indrarto, Coordinator of Indonesia's Civil Society Forum for Climate Justice. How is Indonesian civil society addressing climate change? Climate change is not new for us. In fact, we have been talking about it since the beginning of the environmental movement in Indonesia. It is not an isolated issue but an accumulated impact of unsustainable development. The momentum created in the run-up to COP 13 in Bali in December 2007, led to the birth of the Indonesian Civil Society Forum on Climate Justice, known as CSF. It was set up by a group of CSOs in Indonesia to address COP 13. As we are an open forum, CSF membership has up to now been quite flexible, however, we are now about to make changes to give us a clearer structure as an organisation. Twenty nine civil society organisations (CSOs) are part of CSF. From the outset CSF has aimed to be both a pressure group and reference group centre for information at the same time. We want to be involved in the negotiation and deliberation of national regulations on climate change. To achieve these aims, CSF has 3 working groups: A field team which monitors livelihoods affected by climate change-related crises at grassroots level. It also supports grassroots initiatives to address climate change. Our Intervention team aims to influence policy-making at national level and in the international arena, relying on the information provided by the field team. The third group, the campaign team, works to amplify the voices from the grassroots, to put government decisions on climate change issues under the spotlight and to apply pressure where needed. What is CSF's take on the series of negotiations leading up to Copenhagen? We haven't seen any positive developments up to Bonn Talks 3 (August 2009). Negotiators are buying time by delaying decision-making. Take REDD as an example: since Bonn Talks I we have seen REDD 'growing' to become REDD+. Since COP13 in Bali, we have remained consistent with our stance that developed countries have the responsibility to cut their emissions to avoid more than a 2°C increase. CSF also campaigns for HELP (see box), our common call since Bali. The four pillars of HELP should be used to measure mechanisms being negotiated at the UNFCCC. Unless it meets the HELP criteria, any mechanism will be viewed as a bogus answer to climate change. What does CSF think of the Government of Indonesia's (GoI) position in the international climate change negotiations? In our view, GoI's position is very weak in the negotiation process. For example, in Poznan, GoI clearly didn't have any coherence on various measures under discussion (adaptation, mitigation, financing). On REDD, for instance, GoI is very keen to implement REDD without considering the complexity of national forest management. On adaptation, GoI hasn't made much progress since Poznan, even though Indonesia is vulnerable to the impacts of climate change and hence action is urgently needed. To move forward, the government should make it a priority to tackle underlying problems at home, then it can gain a stronger standing in the negotiations. What is CSF's agenda for Copenhagen and beyond? Up to Copenhagen our target is to raise the issue of climate change and to push for the adoption of HELP by GoI as the framework for its policy-making and reference point during negotiations. Having one foot in the official camp (eg via the intervention team), we can intervene on policy-making by providing inputs to the negotiation text. On the other hand, being a pressure group, we will keep campaigning on the urgency to adopt HELP as a framework. In short, this is how we keep the balance between working from within and pushing from the outside. All this work should be done at all levels including with local communities at grassroots level. Indeed, our campaigns and intervention work have been informed by reports about the real situation on the ground. We don't see the Copenhagen summit as our ultimate goal. Instead it is a milestone in the negotiation process, providing there is no breakdown in the talks. Our focus remains on national policies, how they answer public needs. How widely known is CSF in Indonesia? Communities who work with CSF member organisations should know us. Beyond that, it varies. More importantly, however, we welcome any interested party to join us. Our target is to get the widest possible engagement of civil society. What does the HELP in your campaign stands for? HELP is a framework to ensure climate change measures, including negotiations on climate change, meet the basic requirements of human security and especially those of vulnerable groups. The H stands for Human security, E for Ecological debt, L for Land Tenure and P for Production and consumption Natural resources management should respect human rights to ensure security of land tenure. The Ecological debt of developed countries should be paid to lessen the burden of developing countries, at the very least by emissions reductions at home. Lastly, the patterns of production and consumption have created inequality. The impacts of climate change have been a hindrance to the economic progress of developing countries. (Article taken from Down to Earth September 2009 newsletter) CSF's website is at http://csoforum.net/ 11.11.11 supports the CS Forum in 2009 and 2010 to campaign for Ecological Justice in Indonesia.

TUGAS 4 : Tenses Chart

1. While she was trying to read , her friend was practising the piano. 2. He has been buying several jerseys in the last two years. 3. She will bone the meat later. 4. By the time you get there they already left. 5. I was drowning. No body saved me. 6. He said she has not returned the book yet 7. What are you darning at the moment? 8. She thinks her husband will buy a new fridge 9. How much have you spent in London so far ? < 10. In a month’s time I Learned in London so far 11. After he had seen the giraffe he spoke to the keeper 12. He was buying weed-killer when they arrested him. 13. The plumbing always gives trouble the summer. 14. The trout had risen when they reached the lake. 15. Do you recognize this statue? 16. They say they will not perform tomorrow. 17. What have you been doing since your last recital? 18. As it rained he put up his umbrella. 19. They heard Beethoven better conducted earlier in the year. 20. What is going on here? 21. I only just realized what she meant. 22. I never plant crocuses again. 23. Were you enjoying yourself when I saw you at the party ? 24. I will be to the zoo and going while they are still talking about visiting it. 25. She docked at Tilbury last week. 26. He always accelerates too quickly. 27. Do you hear that awful noise ? 28. By the time the brigade arrived, the house had collapsed. 29. I saw a new type of windscreen wiper while I was walking round the exhibition yesterday. 30. They have been waiting to take off since ten this morning. 31. She shot at leastthree tigers in India last year. 32. We saw what we see 33. He heard an owl hooting as he walked through the wood. 34. They have been producing a hundred shirts every day for two mounts now. 35. Where were you going when I bumped into you? 36. Who was tolding the grasshopper to dance? The ant in the fable did. 37. They wear high heels every day last term. 38. What will you do with a gun in your car? 39. He still doesn’t find his watch. 40. I have lived there several years before I found the nest. 41. When it stung him? 42. She likes cockles. Naturally she prefers lobster. 43. Dragon-flies have very beautiful wings. 44. Time and tide don’t wait for no man, the saying run. 45. I bought some new pruners the other day. 46. The girl in the pay box seldom smiles now a days. 47. The moment he opened the boot the spare wheel fell out. 48. Too many cooks spoiled broth. 49. He left Italy by plane yesterday.

TUGAS 3 Unreal Conditions : Present And Future - writing Conditional Sentence Unreal Conditions : Present And Future

4. If that man ( work ) harder, he could earn more money. If that man worked harder, he could earn more money. 5. I would gladly tell you answer if I only ( know ) it myselft I would gladly tell you answer if I only knew it myselft 6. If Don and I ( have ) enough money, we would buy a house If Don and I had enough money, we would buy a house 7. If the weather ( be ) better right now, we could go for a walk If the weather were better right now, we could go for a walk 8. That student would get much higher marks if he ( study ) harder That student would get much higher marks if the studied harder 9. If Mr. Smith ( call ) me, I would explain evertyhing to him. If Mr. Smith called me, I would explain evertyhing to him. 10. Mr. Moore would give up teaching if the ( enjoy, not ) it so much. Mr. Moore would give up teaching if she didn't enjoy it so much. 11. If I ( be ) in your place, I would accept Mr. Anderson’s offer. If I were in your place, I would accept Mr. Anderson’s offer. 12. People would understand you better if you ( speak ) more carefully. People would understand you better if you spoke more carefully. Writing Conditional Sentences 1. If the weather were better today, I would go to the beach 2. I would be a millionaire if i won the lottery 3. If we had a different english teacher, we could share our knowledge 4. We could play a game of cards if you had a free time 5. If everybody dressed the same way, they would feel so shy 6. I wouldn’t do that if it hurted your heart 7. If I had more free time, I would go to London to holiday 8. No one would be happy if they have a lot of money 9. If I spoke Japanese fluently, I would stay in Japan 10. Your suit would look better if you were confidence to wear it 11. If I knew all for details, I wouldn’t get a trouble to do my task 12. Almost anyone would be frightened if they had a legal issues 13. If I had the day off tomorrow, I would take a rest 14. The world would be a better place if everybody loves to peace 15. If Alice were a little more careful, she wouldn’t get a accident

Selasa, 30 April 2013

MAKNA TENTANG TULISAN JAWA

Aksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia. • Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada”utusan” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukanjiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercayadan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan). • Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data “saatnya (dipanggil)” tidak boleh sawala “mengelak” manusia (dengan segala atributnya) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan. • Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup (Ilahi) dengan yang diberi hidup (makhluk). Maksdunya padha “sama” atau sesuai, jumbuh, cocok “tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu “menang, unggul” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan “sekedar menang” atau menang tidak sportif. • Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya. Makna Huruf HANACARAKA 1. Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci 2. Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi 3. Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal 4. Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani 5. Ka Karsaningsun memayuhayuningbawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam 6. Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya 7. Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup 8. Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan 9. Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas 10. La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi 11. Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah 12. Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar 13. Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya 14. Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi 15. Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan 16. Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi 17. Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani 18. Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam 19. Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan 20. Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia Dalam kisah AJISAKA ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentangdua orang abdi yang setia da ta sa wala Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi pa da ja ya nya Mereka sama- sama kuat dan tangguh ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersamaAksara Jawa ha-na-ca-ra-ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia.Dikisahkan Ajisaka hendak pergi mengembara, dan ia berpesan pada seorang abdinya yang setia agar menjaga keris pusakanya dan mewanti-wanti: janganlah memberikan keris itu pada orang lain, kecuali dirinya sendiri: Ajisaka. Setelah sekian lama mengembara, di negeri perantauan, Ajisaka teringat akan pusaka yang ia tinggalkan di tanah kelahirannya. Maka ia pun mengutus seorang abdinya yang lain, yang juga setia, agar dia pulang dan mengambil keris pusaka itu di tanah leluhur. Kepada abdi yang setia ini dia mewanti-wanti: jangan sekali-kali kembali ke hadapannya kecuali membawa keris pusakanya. Ironisnya,kedua abdi yang sama- sama setia dan militan itu, akhirnya harus berkelahi dan tewas bersama: hanya karena tidak ada dialog di antara mereka. Bukankah sebenarnya keduanya mengemban misi yang sama: yaitu memegang teguh amanat junjungannya? Dan lebih ironis lagi, kisah tragis tentang dua abdi yang setia ini selalu berulang dari jaman ke jaman, bahkan dari generasike generasi. UNEN UNEN JAWA *pamulange sangsarane sesami = pelajarannya sengsaranya sesama *sakti tanpa aji = berhasil tanpa sarana *sugih tanpa banda = bisa menginginkan apa saja tanpa persiapan *ngluruk tanpa bala = menyusup tanpa teman, tetapi selalu mendapatkan hasil *ngasorake tanpa peperangan = menang tanpa menggunakan kekerasan/perang (objek)apa kang sinedya teka,apa kang kacipta dadi = apa yang diinginkan/diamaui akan terjadi/ tercipta. *Digdaya tanpa aji = sakti tanpa ajian *Trimah mawi pasrah = menerima dengan menyerah *Suwung pamrih tebih adjrih = sepi hasrat jauh dari takut *Langgeng tan ana susah tana ana bungah= tenang tetap hidup nama *murid gurune pribadi = murid gurunya pribadi. SUMBER : http://bhenco.wordpress.com/2012/07/03/makna-tentang-tulisan-jawa/