TUGAS 2
SOFT SKILL (PEREKONOMIAN INDONESIA)
‘INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL’
F:\logo_gunadarma.jpg
Nama Kelompok :
1. Bella Putri Lestari (21210373)
2. Nyke Aprianti (24210978)
3. Supra Andalini Ferizky Shadena (26210742)
4. Yuli Chatrine Castro (28210741)
1EB02
GUNADARMA 2011
PENDAHULUAN
Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam yang tak terhingga. Begitu pula dalam era globalisasi ini, untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing Negara dilakukan penanaman modal dalam negri dan modal asing. Dari penanaman modal dalam negri dan modal asing itulah yang dapat memberikan suatu hubungan timbal balik dalam memenuhi kebutuhan. Penanaman modal asing diIndonesia banyak dipenuhi oleh investor-investor dari Jepang, China, Amerika, Jerman, dll. Tentunya banyak dari investor tersebut memilih Indonesia sebagai tempat penanaman modalnya dengan berbagai macam alasan. Begitu juga berbagai alasan yang ada sehingga investor – investor yang lain pun memilih untuk meninggalkan penanaman modalnya di Indonesia. Salah satu investasi terbesar yang merupakan peluang emas adalah dalam dunia elektronik. Karna sebagaimana yang kita ketahui, teknologi merupakan salah satu pendukung dalam berbagai bidang kehidupan. Berikut beberapa hal mengenai Penanaman Modal Dalam Negri dan Penanaman Modal Luar Negri.
INVESTASI
Berinvestasi berarti kita menanamkan sejumlah uang atau membeli suatu aset dengan maksud memperoleh keuntungan. Dalam berinvestasi selalu ada risiko kerugian yang mungkin saja dialami. Suatu investasi yang dapat memberi peluang keuntungan lebih besar, biasanya akan diikuti dengan risiko kerugian yang lebih besar pula. Anda sebaiknya mengenal keuntungan yang dapat diperoleh beserta risiko kerugian yang mungkin diderita.
Jenis Investasi
Dibagi menjadi 2, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek.
Investasi Jangka Panjang : (long term investmen)
Investasi ini adalah jenis investasi yang memerlukan penempatan dana dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari satu tahun untuk mendapatkan peluang menghasilkan potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Contoh investasi jangka panjang antara lain : emas batangan, properti, dan reksa dana.
Investasi Jangka Pendek : (short term investment)
Investasi ini lebih cocok untuk investor yang memiliki jangka waktu berinvestasi kurang dari satu tahun. Tingkat resiko untuk investasi ini beraneka ragam yang dapat disesuaikan dengan tingkat resiko yang sanggup ditanggung oleh investor. Contoh investasi ini adalah Reksa Dana Pasar Uang.
Secara umum, aset yang dapat menjadi saran investasi terbagi menjadi dua, yaitu aset riil dan aset finansial. Aset riil adalah aset yang dimiliki dan memiliki wujud yang kita simpan atau miliki. Contohnya aset riil adalah rumah, tanah dan emas. Sedangkan, aset finansial tidak berwujud, biasanya hanya berupa kertas yang merupakan bukti kepemilikan kita. Contoh investasi antara lain tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham, emas, properti, dan lainnya. Sekarang, mari kita lihat apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis investasi tersebut.
Jenis Investasi
Keuntungan dan Kerugian Investasi
Tabungan
Menyimpan uang di bank untuk dipergunakan kemudian jika diperlukan.
Keuntungan Tabungan
Dapat diambil kapan saja dan tidak memiliki risiko.
Kerugian Tabungan
Uang dapat dengan mudah berkurang, karena dapat diambil kapan saja dengan mudah serta bunga yang kecil.
Deposito
Menyimpan uang untuk periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya.
Keuntungan Deposito
Risiko sangat rendah. Bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa.
Kerugian Deposito
Keuntungan atau bunga yang diterima lebih sedikit bila dibandingkan dengan jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar.
Reksadana
Adalah tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang baru memulai untuk berinvestasi. Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.
Keuntungan Reksadana
Tidak perlu memiliki banyak pengetahuan, karena dikelola oleh Manajer Investasi. Karena diinvestasikan ke banyak tempat, maka bila terjadi kerugian di satu tempat bisa tertolong tempat lain yang mungkin menghasilkan keuntungan.
Kerugian Reksadana
Bagi sebagian orang, karena tidak dikelola sendiri sering tidak puas dengan hasilnya. Keuntungan lebih sedikit dibandingkan saham dan ada biaya yang dikeluarkan untuk pengelolanya.
Obligasi
Obligasi adalah surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.
Keuntungan Obligasi
Bunga lebih besar dibandingkan deposito.
Kerugian Obligasi
Jangka waktu panjang (> 1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain. Bila pihak yang berhutang bangkrut, berarti tidak dapat mengembalikan hutangnya.
Saham
Memiliki saham berarti Anda memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan dikenakan biaya.
Keuntungan Saham
Dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila harga saham naik. Dengan modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat.
Kerugian Saham
Risiko kehilangan besar pula, saat harga saham turun
Emas
Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin daripada emas dalam bentuk perhiasan. Emas batangan atau koin tidak mengalami penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam bentuk perhiasan.
Keuntungan Emas
Merupakan aset likuid atau aset yang mudah dijual.
Kerugian Emas
Sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati dapat dengan mudah dicuri.
Properti
Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian.
Keuntungan Properti
Risiko kecil serta dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan.
Kerugian Properti
Perlu dana yang besar untuk membeli rumah atau tanah. Properti bukan aset yang likuid karena tidak mudah untuk menjualnya bila suatu saat membutuhkan uang.
Pertimbangkan juga kapan Anda ingin mengambil kembali hasil investasi, apakah hanya untuk periode pendek atau untuk jangka waktu panjang. Bila Anda ada keperluan dalam waktu dekat, pilih investasi dengan risiko rendah dan berifat liquid. Sedangkan, untuk jangka panjang, Anda dapat memilih investasi dengan risiko tinggi yang dapat meberi keuntungan yang lebih besar.
Karena berinvestasi memiliki risiko, maka perlu persiapkan mental saat mengalami kerugian atau kegagalan agar tidak menjadi patah semangat. Setidaknya, berinvestasi lebih baik daripada semua penghasilan Anda digunakan untuk pengeluaran tanpa ada bagian yang disimpan.
Tips berinvestasi:
1. Mulailah sedini mungkin, faktor waktu memegang peranan sangat penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia Anda berinvestasi, semakin baik hasil yang akan didapat nanti.
2. Tentukan tujuan investasi secara spesifik (rencana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata, percepatan pelunasan KPR/KPA dan lainnya) sebelum memulai berinvestasi. Konsultasikan rencana-rencana ini dengan penasehat keuangan Anda
3. Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
4. Alokasikan dana untuk investasi secara konsisten, idealnya 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan.
5. Jika Anda pemula, mulailah berinvestasi dengan cara tidak langsung sebelum berinvestasi langsung. Cara ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham), kemudian beranjak ke investasi
6. langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham), hingga memulai bisnis riil sendiri atau bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan Anda.
7. Pelajari secara seksama berbagai alternatif investasi beserta aspeknya, seperti tingkat risiko dan imbal hasilnya secara historis. Jangan lupa dengan ekspektasi para ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan yang dipadupadankan dengan ekspektasi Anda sendiri.
8. Jika melirik investasi aset finansial, pilihlah perusahaaan investasi yang memiliki Badan Pengawas, jika Lembaga Perbankan memiliki ijin dari Bank Indonesia sedangkan Lembaga Non-Bank memiliki ijin dari Bapepam-LK.
9. “Jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang”. Buatlah portofolio investasi sendiri yang sesuai dengan risk profile Anda.
10. Jangan pernah lupa, Potensi Keuntungan harus sejalan dengan Potensi Risiko. Jadi berhati-hatilah jika ada penawaran investasi yang memberi keuntungan tinggi tanpa risiko.
11. Lakukan pengawasan secara periodik setiap tahun untuk memantau kinerja investasi Anda. Jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan dengan penasehat keuangan Anda.
Penanam modal dalam negeri (PMDN) adalah perseorangan warga negara Indonesia, badan usaha Indonesia, negara Republik Indonesia, atau daerah yang melakukan penanaman modal diwilayah negara Republik Indonesia.
Dokumen pendukung permohonan:
1. Bukti diri pemohon :
1. Rekaman Akte Pendirian perusahaan dan perubahannya untuk PT, BUMN/ BUMD, CV, Fa; atau
2. Rekaman Anggaran Dasar bagi Badan Usaha Koperasi; atau
3. Rekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Perorangan.
2. Surat Kuasa dari yang berhak apabila penandatangan permohonan bukan dilakukan oleh pemohon sendiri.
3. Rekaman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pemohon.
4. Uraian Rencana Kegiatan :
1. Uraian Proses Produksi yang dilengkapi dengan alir proses (Flow Chart), serta mencantumkan jenis bahan baku/bahan penolong, bagi industri pengolahan; atau
2. Uraian kegiatan usaha, bagi kegiatan di bidang jasa.
5.
1. Persyaratan dan/atau ketentuan sektoral tertentu yang dikeluarkan oleh Pemerintah, seperti yang tercantum antara lain dalam Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penanaman Modal.
2. Khusus sektor pertambangan yang merupakan kegiatan ekstraksi, sektor energi, sektor perkebunan kelapa sawit dan sektor perikanan harus dapat rekomendasi dari instansi yang bersangkutan.
3. Khusus untuk bidang usaha industri pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit yang bahan bakunya tidak berasal dari kebun sendiri, harus dilengkapi dengan jaminan bahan baku dari pihak lain yang diketahui oleh Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota setempat.
6. Bagi bidang usaha yang dipersyaratkan kemitraan :
1. Kesepakatan/perjanjian kerjasama tertulis mengenai kesepakatan bermitra dengan Usaha Kecil, yang antara lain memuat nama dan alamat masing-masing pihak, pola kemitraan yang akan digunakan, hak dan kewajiban masing-masing pihak, dan bentuk pembinaan yang diberikan kepada usaha kecil.
2. Akta Pendirian atau perubahannya atau risalah RUPS mengenai penyertaan Usaha Kecil sebagai pemegang saham, apabila kemitraan dalam bentuk penyertaan saham.
7. Surat Pernyataan di atas materai dari Usaha Kecil yang menerangkan bahwa yang bersangkutan memenuhi kriteria usaha kecil sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995.
Note : Untuk persyaratan No. 5 a, b, c akan di koordinasikan oleh BKPM dengan instansi terkait
Proses pengurusan:
1. Pemeriksaan dan persiapan permohonan MODEL I / PMDN
2. Pengajuan dan monitor permohonan
3. Persetujuan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
4. Akta Pendirian Perusahaan dari Notaris
5. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
6. NPWP – Nomor Pokok Wajib Pajak
7. Pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
8. SPPKP – Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
9. TDP – Tanda Daftar Perusahaan
Domestic Investment and External Imbalances in East Asia Penanaman Modal Dalam Negeri dan Ketidakseimbangan eksternal di Asia Timur
Penurunan investasi di Asia Timur, di luar China, dikombinasikan dengan jatuh tabungan masyarakat dan swasta di Amerika Serikat, telah memberikan kontribusi untuk terakhir lonjakan ketidakseimbangan global rekening koran. The reduction of global current account imbalances requires adjustment polices to raise domestic investment in East Asia, such as expansion of public infrastructure investment and an increase in R&D and human capital investment. Penurunan global ketidakseimbangan transaksi berjalan membutuhkan penyesuaian kebijakan untuk meningkatkan investasi dalam negeri di Asia Timur, seperti perluasan investasi infrastruktur publik dan peningkatan dalam R & D dan investasi modal manusia. Continuous structural reforms in the corporate and financial sectors are also required to lower financial risk and improve investment efficiency. reformasi struktural berkelanjutan di sektor perusahaan dan keuangan juga diperlukan untuk menurunkan resiko keuangan dan meningkatkan efisiensi investasi. Simulations with a global general equilibrium model support the positive role of the investment increase or strong productivity related growth in reducing current account surpluses in East Asia. Simulasi dengan model ekuilibrium global umum mendukung peran positif dari peningkatan investasi atau pertumbuhan produktivitas yang kuat terkait dalam mengurangi surplus transaksi berjalan di Asia Timur. Nevertheless, a fiscal adjustment in the United States turns out to be more effective in reducing the US current account deficit and thereby correcting global imbalance. Namun demikian, penyesuaian fiskal di Amerika Serikat ternyata lebih efektif dalam mengurangi defisit rekening AS saat ini dan dengan demikian memperbaiki ketidakseimbangan global.
Penanaman modal asing
Deskripsi
Kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.
Sumber
UU No 25 Th 2007 Tentang Penanaman Modal.
Tujuan Penanaman Modal Asing
Dewasa ini hampir di semua negara, khususnya negara berkembang membutuhkan modal asing. Modal asing itu merupakan suatu hal yang semakin penting bagi pembangunan suatu negara. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu negara, seperti stabilitas ekonomi, politik negara, penegakan hukum.
Penanaman modal memberikan keuntungan kepada semua pihak, tidak hanya bagi investor saja, tetapi juga bagi perekonomian negara tempat modal itu ditanamkan serta bagi negara asal para investor. Pemerintah menetapkan bidang-bidang usaha yang memerlukan penanaman modal dengan berbagai peraturan. Selain itu, pemerintah juga menentukan besarnya modal dan perbandingan antara modal nasional dan modal asing. Hal ini dilakukan agar penanaman modal tersebut dapat diarahkan pada suatu tujuan yang hendak dicapai. Bukan haya itu seringkali suatu negara tidak dapat menentukan politik ekonominya secara bebas, karena adanya pengaruh serta campur tangan dari pemerintah asing.
Berbagai strategi untuk mengundang investor asing telah dilakukan. Hal ini didukung oleh arah kebijakan ekonomi dalam TAP MPR RI Nomor IV/MPR/1999 salah satu kebijakan ekonomi tersebut adalah :
“mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang mengganggu mekanisme pasar, melalui regulasi, layanan publik, subsidi dan insentif yang dilakukan secara transparan dan diatur dengan undang-undang.”
Kebijakan mengundang modal asing adalah untuk meningkatkan potensi ekspor dan substitusi impor, sehingga Indonesia dapat meningkatkan penghasilan devisa dan mampu menghemat devisa, oleh karena itu usaha-usaha di bidang tersebut diberi prioritas dan fasilitas. Alasan kebijakan yang lain yaitu agar terjadi alih teknologi yang dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional Indonesia.
Upaya pemerintah untuk mencari modal asing agar mau kembali menanamkan modalnya di Indoensia sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ditambah lagi sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1998, penanaman modal di Indonesia semakin menurun. Jangan menarik investor, menjaga investor yang sudah ada saja belum maksimal, misalnya dengan tutupnya perusahaan asing seperti PT. Sony Electornics Indonesia pada 27 Nopember 2002. Terlebih lagi pada tahun 2003 yang lalu, hal ini dikarenakan adanya invasi Amerika ke Irak serta mewabahnya penyakit sindrom pernafasan akut. Hal ini menimbulkan ketidak pastian perekonomian dunia dan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia terutama terhadap penanam modal, padahal pemerintah telah mencanangkan tahun 2003 ini sebagai tahun investasi.
Untuk bisa memenuhi harapan tersebut, pemerintah, aparat hukum dan komponen masyarakat dituntut untuk segara menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi. Menyadari pentingnya penanaman modal asing, pemerintah Indonesia menciptakan suatu iklim penanaman modal yang dapat menarik modal asing masuk ke Indonesia. Usaha-usaha tersebut antara lain adalah dengan mengeluarkan peraturan-peraturan tentang penanaman modal asing dan kebijaksanaan pemerintah yang pada dasarnya tidak akan merugikan kepentingan nasional dan kepentingan investor.
Usaha pemerintah untuk selalu memperbaiki ketentuan yang berkaitan dengan penanaman modal asing antara lain dilakukan dengan memperbaiki peraturan dan pemberian paket yang menarik bagi investor asing. Pada akhirnya harus tetap diingat bahwa maksud diadakannya penanaman modal asing hanyalah sebagai pelengkap atau penunjang pembangunan ekonomi Indonesia. Pada hakekatnya pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan ketentuan swadaya masyarakat, oleh karena itu pemerintah harus bijaksana dan hati-hati dalam memberikan persetujuan dalam penanaman modal asing agar tidak menibulkan ketergantungan pada pihak asing yang akan menimbulkan dampak buruk bagi negara ini dikemudian hari.
Peran penanaman modal asing (FDI) dalam proses pembangunan ekonomi negara-negara maju dan berkembang telah banyak diutarakan dalam literatur pembangunan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi daerah. Lalu lintas modal asing antar negara dan antar lokalitas di dunia tersebut akan berlalu-lalang mengikuti dinamika perkembangan perusahaan-perusahaan lintas nasional (MNC) dan perusahaan global (global firms) yang dipermudah dengan globalisasi dan temuan teknologi. Bersama-sama dengan investasi domestik dan investasi masyarakat, FDI masih merupakan pilihan stratejik untuk memanfaatkan momentum kebangkitan perekonomian Indonesia di masa datang.
Manfaat positif dari peningkatan FDI di berbagai negara berkembang telah dirasakan manfaatnya baik oleh negara, pengusaha dan konsumen dari negara penerima.
Berikut ini beberapa pengaruh positif dari kehadiran FDI:
o Menutup defisit neraca traksaksi berjalan secara lebih netral. Artinya dibandingkan dengan pinjaman asing dan portfolio invetsment asing maka FDI banyak terbukti telah menolong penutupan defisit neraca trasaksi berjalan dari negara berkembang dengan baik.
o Memberikan efek multiplier positif pada peningkatan pertumbuhan kegiatan industri pasokan dan industri komponen.
o Memberikan efek multiplier yang tinggi pada penyerapan tenaga kerja trampil (lulusan program pasca sarjana dan sarjana) dan tenaga ahli khusus.
o Mempercepat proses transfer teknologi pada perusahaan mitra lokal dan perusahaan lokal yang terkait.
o Memberikan kesempatan peningkatan kegiatan terkait yang dilakukan oleh perusahaan kecil dan menengah.
o Mengurangi tingkat korupsi karena perusahaan MNC umumnya merupakan perusahaan yang go publik.
Namun demikian kehadiran FDI dan perusahaan MNC dapat juga menyebabkan berbagai potensi kerugian, yang antara lain meliputi:
o Produksi yang berlebihan di satu lokalitas dapat merusak kondisi lingkungan hidup.
o Tekanan politik dan iklim investasi yang tidak menguntungkan dapat mendorong perusahaan MNC melakukan relokasi kegiatannya ke tempat lain.
o Dalam beberapa kasus karena ketidak-siapan sumber daya dan entrepreneur lokal untuk berpartisipasi, kehadiran MNC kurang memberikan efek distribusi yang positif.
FDI di Indonesia
Kehadiran penanaman modal asing di negara kita bukan merupakan sesuatu yang baru bagi negara dan masyarakat Indonesia. FDI sempat menjadi primadona dalam mitra pembangunan saat negara kita melaju pada tingkat percepatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas 7% per tahunnya — saat sebelum krisis perekonomian terjadi. Bersama-sama dengan investasi masyarakat dan PMDN, penanaman modal secara keseluruhan telah tumbuh rata-rata sekitar 10,% per tahun pada periode 1991-1996 dengan kontribusi hampir mencapai 30 % terhadap Produk Domestik Bruto.
Kinerja penanaman modal yang kurang baik sejak 1996 menyebabkan lambannya proses pemulihan ekonomi negara kita beberapa tahun setelah krisis. Beberapa tantangan yang dihadapi untuk memberdayakan penanaman modal telah juga diakui oleh Pemerintah dalam Laporan buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Kendala dan tantangan tersebut antara lain:
1. Persaingan kebijakan investasi yang dilakukan oleh negara pesaing seperti China, Vietnam, Thailand dan Malaysia.
2. Masih rendahnya kepastian hukum, karena berlarutnya RUU Penanaman Modal.
3. Lemahnya insentif investasi.
4. Kualitas SDM yang rendah dan terbatasnya infrastruktur.
5. Tidak adanya kebijakan yang jelas untuk mendorong pengalihan teknologi dari PMA.
6. Masih tingginya biaya ekonomi, karena tingginya kasus korupsi, keamanan dan penyalah gunaan wewenang
7. Meningkatnya nilai tukar riil efektif rupiah.
8. Belum optimalnya pemberian insentif dan fasilitasi.
Strategi Manajerial Yang perlu Dibangun
Untuk mendorong lebih lanjut peningkatan investasi penanaman modal di Indonesia, perlu diciptakan iklim investasi dan usaha yang lebih menarik. Tetapi bagaimanakah iklim investasi ini dapat dibangun dan dikembangkan?
Singkat kata, iklim investasi yang positif dapat ditingkatkan melalui upaya-upaya berkesinambungan yang dilakukan oleh para birokrat dan para pelaku ekonomi di lokalitas-lokalitas tempat investasi dalam hal-hal berikut ini:
1. Memberikan kepastian hukum atas peraturan-peraturan pada tingkat pusat dan daerah serta menghasilkan produk hukum yang berkaitan dengan kegiatan penanaman modal sehingga tidak memberatkan beban tambahan pada biaya produksi usaha.
2. Memelihara keamanan dari potensi gangguan kriminalitas oleh oknum masyarakat terhadap aset-aset berharga perusahaan, terhadap jalur distribusi barang dan gudang serta pada tempat-tempat penyimpanan barang jadi maupun setengah jadi.
3. Memberikan kemudahan yang paling mendasar atas pelayanan yang ditujukan pada para investor, meliputi perijinan investasi, imigrasi, kepabeanan, perpajakan dan pertahanan wilayah.
4. Memberikan secara selektif rangkaian paket insentif investasi yang bersaing.
5. Menjaga kondisi iklim ketenagakerjaan yang menunjang kegiatan usaha secara berkelanjutan.
OPINI :
● menurut kami investasi yg sangat efisien adalah di bidang properti, karena di zaman ini sangat marak tentang bisnis property di kalangan masyrakat. Contoh saja, beberapa bulan ini media elektronik semacam tv banyak memberikan promosi menawarkan bisnis property. Yg sering kita lihat adalah pengembang Agung Sedayu Group yg gencar menawarkan tempat hunian dan juga bisnis property ini. Mereka memberi banyak kemudahan bagi orang-orang yg ingin mengakses tentang investasi property ini. Selain dengan resiko yg kecil, bisnis ini mempunyai prospek yg bagus, mengetahui harga tanah yg selalu meningkat karena pertumbuhan ekonomi yg meningkat. Belum lagi bila property ini berada di kawasan yg sangat strategis.
●Berdasarkan data yang ada, bahwa penanaman modal dalam negeri meningkat drastis pada tahun 2009-2010 yang bisa menjadi satu awal kebangkitan perekonomian Indonesia, apabila angka ini terus meningkat dan disertai SDA dan SDM yang mendukung didalamnya.
● Sebagaimana yang kita tahu, banyak perusahaan asing yang hengkang dari Indonesia seperti adidas, nike, sony, dan eberapa perusahaan lainnya. Hal ini disebabkan antara lain karna “aturan main” yang terkesan terlalu berbelit-belit dari Negara sehingga mereka pun memilih untuk hengkang dari bumi Indonesia nya. Kiranya dengan adanya beberapa perusahan yang telah hengkang dengan alasan tersebut haruslah kita memastikan kembali tentang peraturan yang berlaku sehingga menyamankan investor juga kita tidak sulit untuk mendapatkan dana.
Kesimpulan :
Penanaman modal dalam negri dan penanaman modal asing, memiliki resiko dan keuntungan nya masing-masing. Tergantung kita sebagai masyarakat untuk menyikapinya dan berperan serta dalam membuat iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Serta besikap kooperatif untuk mewujudkan simbiosis mutualisme antara investor dan Negara yang bersangkutan.
SUMBER:
http://kamushukum.com/en/penanaman-modal-asing/
http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/06/tujuan-penanaman-modal-asing.html
http://businessenvironment.wordpress.com/2007/01/18/strategi-menarik-penanaman-modal-asing-dalam-pembangunan-ekonomi/
google.com
http://kumpulan.info/uang/investasi/65-investasi/187-pilih-jenis-investasi-yang-tepat.html
http://www.kiwod.com/cerita-online/tips-berinvestasi-menguntungkan/
http://id.shvoong.com/business-management/investing/2063951-smart-investing-investasi-jangka-panjang/
Diposkan oleh chatrinecastro di 04:36 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Penanaman Modal Dalam dan Luar Negri
TUGAS 2
SOFT SKILL (PEREKONOMIAN INDONESIA)
‘INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL’
F:\logo_gunadarma.jpg
Nama Kelompok :
1. Bella Putri Lestari (21210373)
2. Nyke Aprianti (24210978)
3. Supra Andalini Ferizky Shadena (26210742)
4. Yuli Chatrine Castro (28210741)
1EB02
GUNADARMA 2011
PENDAHULUAN
Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam yang tak terhingga. Begitu pula dalam era globalisasi ini, untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing Negara dilakukan penanaman modal dalam negri dan modal asing. Dari penanaman modal dalam negri dan modal asing itulah yang dapat memberikan suatu hubungan timbal balik dalam memenuhi kebutuhan. Penanaman modal asing diIndonesia banyak dipenuhi oleh investor-investor dari Jepang, China, Amerika, Jerman, dll. Tentunya banyak dari investor tersebut memilih Indonesia sebagai tempat penanaman modalnya dengan berbagai macam alasan. Begitu juga berbagai alasan yang ada sehingga investor – investor yang lain pun memilih untuk meninggalkan penanaman modalnya di Indonesia. Salah satu investasi terbesar yang merupakan peluang emas adalah dalam dunia elektronik. Karna sebagaimana yang kita ketahui, teknologi merupakan salah satu pendukung dalam berbagai bidang kehidupan. Berikut beberapa hal mengenai Penanaman Modal Dalam Negri dan Penanaman Modal Luar Negri.
INVESTASI
Berinvestasi berarti kita menanamkan sejumlah uang atau membeli suatu aset dengan maksud memperoleh keuntungan. Dalam berinvestasi selalu ada risiko kerugian yang mungkin saja dialami. Suatu investasi yang dapat memberi peluang keuntungan lebih besar, biasanya akan diikuti dengan risiko kerugian yang lebih besar pula. Anda sebaiknya mengenal keuntungan yang dapat diperoleh beserta risiko kerugian yang mungkin diderita.
Jenis Investasi
Dibagi menjadi 2, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek.
Investasi Jangka Panjang : (long term investmen)
Investasi ini adalah jenis investasi yang memerlukan penempatan dana dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari satu tahun untuk mendapatkan peluang menghasilkan potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Contoh investasi jangka panjang antara lain : emas batangan, properti, dan reksa dana.
Investasi Jangka Pendek : (short term investment)
Investasi ini lebih cocok untuk investor yang memiliki jangka waktu berinvestasi kurang dari satu tahun. Tingkat resiko untuk investasi ini beraneka ragam yang dapat disesuaikan dengan tingkat resiko yang sanggup ditanggung oleh investor. Contoh investasi ini adalah Reksa Dana Pasar Uang.
Secara umum, aset yang dapat menjadi saran investasi terbagi menjadi dua, yaitu aset riil dan aset finansial. Aset riil adalah aset yang dimiliki dan memiliki wujud yang kita simpan atau miliki. Contohnya aset riil adalah rumah, tanah dan emas. Sedangkan, aset finansial tidak berwujud, biasanya hanya berupa kertas yang merupakan bukti kepemilikan kita. Contoh investasi antara lain tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham, emas, properti, dan lainnya. Sekarang, mari kita lihat apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis investasi tersebut.
Jenis Investasi
Keuntungan dan Kerugian Investasi
Tabungan
Menyimpan uang di bank untuk dipergunakan kemudian jika diperlukan.
Keuntungan Tabungan
Dapat diambil kapan saja dan tidak memiliki risiko.
Kerugian Tabungan
Uang dapat dengan mudah berkurang, karena dapat diambil kapan saja dengan mudah serta bunga yang kecil.
Deposito
Menyimpan uang untuk periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya.
Keuntungan Deposito
Risiko sangat rendah. Bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa.
Kerugian Deposito
Keuntungan atau bunga yang diterima lebih sedikit bila dibandingkan dengan jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar.
Reksadana
Adalah tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang baru memulai untuk berinvestasi. Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.
Keuntungan Reksadana
Tidak perlu memiliki banyak pengetahuan, karena dikelola oleh Manajer Investasi. Karena diinvestasikan ke banyak tempat, maka bila terjadi kerugian di satu tempat bisa tertolong tempat lain yang mungkin menghasilkan keuntungan.
Kerugian Reksadana
Bagi sebagian orang, karena tidak dikelola sendiri sering tidak puas dengan hasilnya. Keuntungan lebih sedikit dibandingkan saham dan ada biaya yang dikeluarkan untuk pengelolanya.
Obligasi
Obligasi adalah surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.
Keuntungan Obligasi
Bunga lebih besar dibandingkan deposito.
Kerugian Obligasi
Jangka waktu panjang (> 1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain. Bila pihak yang berhutang bangkrut, berarti tidak dapat mengembalikan hutangnya.
Saham
Memiliki saham berarti Anda memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan dikenakan biaya.
Keuntungan Saham
Dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila harga saham naik. Dengan modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat.
Kerugian Saham
Risiko kehilangan besar pula, saat harga saham turun
Emas
Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin daripada emas dalam bentuk perhiasan. Emas batangan atau koin tidak mengalami penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam bentuk perhiasan.
Keuntungan Emas
Merupakan aset likuid atau aset yang mudah dijual.
Kerugian Emas
Sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati dapat dengan mudah dicuri.
Properti
Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian.
Keuntungan Properti
Risiko kecil serta dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan.
Kerugian Properti
Perlu dana yang besar untuk membeli rumah atau tanah. Properti bukan aset yang likuid karena tidak mudah untuk menjualnya bila suatu saat membutuhkan uang.
Pertimbangkan juga kapan Anda ingin mengambil kembali hasil investasi, apakah hanya untuk periode pendek atau untuk jangka waktu panjang. Bila Anda ada keperluan dalam waktu dekat, pilih investasi dengan risiko rendah dan berifat liquid. Sedangkan, untuk jangka panjang, Anda dapat memilih investasi dengan risiko tinggi yang dapat meberi keuntungan yang lebih besar.
Karena berinvestasi memiliki risiko, maka perlu persiapkan mental saat mengalami kerugian atau kegagalan agar tidak menjadi patah semangat. Setidaknya, berinvestasi lebih baik daripada semua penghasilan Anda digunakan untuk pengeluaran tanpa ada bagian yang disimpan.
Tips berinvestasi:
1. Mulailah sedini mungkin, faktor waktu memegang peranan sangat penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia Anda berinvestasi, semakin baik hasil yang akan didapat nanti.
2. Tentukan tujuan investasi secara spesifik (rencana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata, percepatan pelunasan KPR/KPA dan lainnya) sebelum memulai berinvestasi. Konsultasikan rencana-rencana ini dengan penasehat keuangan Anda
3. Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
4. Alokasikan dana untuk investasi secara konsisten, idealnya 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan.
5. Jika Anda pemula, mulailah berinvestasi dengan cara tidak langsung sebelum berinvestasi langsung. Cara ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham), kemudian beranjak ke investasi
6. langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham), hingga memulai bisnis riil sendiri atau bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan Anda.
7. Pelajari secara seksama berbagai alternatif investasi beserta aspeknya, seperti tingkat risiko dan imbal hasilnya secara historis. Jangan lupa dengan ekspektasi para ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan yang dipadupadankan dengan ekspektasi Anda sendiri.
8. Jika melirik investasi aset finansial, pilihlah perusahaaan investasi yang memiliki Badan Pengawas, jika Lembaga Perbankan memiliki ijin dari Bank Indonesia sedangkan Lembaga Non-Bank memiliki ijin dari Bapepam-LK.
9. “Jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang”. Buatlah portofolio investasi sendiri yang sesuai dengan risk profile Anda.
10. Jangan pernah lupa, Potensi Keuntungan harus sejalan dengan Potensi Risiko. Jadi berhati-hatilah jika ada penawaran investasi yang memberi keuntungan tinggi tanpa risiko.
11. Lakukan pengawasan secara periodik setiap tahun untuk memantau kinerja investasi Anda. Jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan dengan penasehat keuangan Anda.
Penanam modal dalam negeri (PMDN) adalah perseorangan warga negara Indonesia, badan usaha Indonesia, negara Republik Indonesia, atau daerah yang melakukan penanaman modal diwilayah negara Republik Indonesia.
Dokumen pendukung permohonan:
1. Bukti diri pemohon :
1. Rekaman Akte Pendirian perusahaan dan perubahannya untuk PT, BUMN/ BUMD, CV, Fa; atau
2. Rekaman Anggaran Dasar bagi Badan Usaha Koperasi; atau
3. Rekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Perorangan.
2. Surat Kuasa dari yang berhak apabila penandatangan permohonan bukan dilakukan oleh pemohon sendiri.
3. Rekaman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pemohon.
4. Uraian Rencana Kegiatan :
1. Uraian Proses Produksi yang dilengkapi dengan alir proses (Flow Chart), serta mencantumkan jenis bahan baku/bahan penolong, bagi industri pengolahan; atau
2. Uraian kegiatan usaha, bagi kegiatan di bidang jasa.
5.
1. Persyaratan dan/atau ketentuan sektoral tertentu yang dikeluarkan oleh Pemerintah, seperti yang tercantum antara lain dalam Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penanaman Modal.
2. Khusus sektor pertambangan yang merupakan kegiatan ekstraksi, sektor energi, sektor perkebunan kelapa sawit dan sektor perikanan harus dapat rekomendasi dari instansi yang bersangkutan.
3. Khusus untuk bidang usaha industri pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit yang bahan bakunya tidak berasal dari kebun sendiri, harus dilengkapi dengan jaminan bahan baku dari pihak lain yang diketahui oleh Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota setempat.
6. Bagi bidang usaha yang dipersyaratkan kemitraan :
1. Kesepakatan/perjanjian kerjasama tertulis mengenai kesepakatan bermitra dengan Usaha Kecil, yang antara lain memuat nama dan alamat masing-masing pihak, pola kemitraan yang akan digunakan, hak dan kewajiban masing-masing pihak, dan bentuk pembinaan yang diberikan kepada usaha kecil.
2. Akta Pendirian atau perubahannya atau risalah RUPS mengenai penyertaan Usaha Kecil sebagai pemegang saham, apabila kemitraan dalam bentuk penyertaan saham.
7. Surat Pernyataan di atas materai dari Usaha Kecil yang menerangkan bahwa yang bersangkutan memenuhi kriteria usaha kecil sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995.
Note : Untuk persyaratan No. 5 a, b, c akan di koordinasikan oleh BKPM dengan instansi terkait
Proses pengurusan:
1. Pemeriksaan dan persiapan permohonan MODEL I / PMDN
2. Pengajuan dan monitor permohonan
3. Persetujuan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
4. Akta Pendirian Perusahaan dari Notaris
5. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
6. NPWP – Nomor Pokok Wajib Pajak
7. Pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
8. SPPKP – Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
9. TDP – Tanda Daftar Perusahaan
Domestic Investment and External Imbalances in East Asia Penanaman Modal Dalam Negeri dan Ketidakseimbangan eksternal di Asia Timur
Penurunan investasi di Asia Timur, di luar China, dikombinasikan dengan jatuh tabungan masyarakat dan swasta di Amerika Serikat, telah memberikan kontribusi untuk terakhir lonjakan ketidakseimbangan global rekening koran. The reduction of global current account imbalances requires adjustment polices to raise domestic investment in East Asia, such as expansion of public infrastructure investment and an increase in R&D and human capital investment. Penurunan global ketidakseimbangan transaksi berjalan membutuhkan penyesuaian kebijakan untuk meningkatkan investasi dalam negeri di Asia Timur, seperti perluasan investasi infrastruktur publik dan peningkatan dalam R & D dan investasi modal manusia. Continuous structural reforms in the corporate and financial sectors are also required to lower financial risk and improve investment efficiency. reformasi struktural berkelanjutan di sektor perusahaan dan keuangan juga diperlukan untuk menurunkan resiko keuangan dan meningkatkan efisiensi investasi. Simulations with a global general equilibrium model support the positive role of the investment increase or strong productivity related growth in reducing current account surpluses in East Asia. Simulasi dengan model ekuilibrium global umum mendukung peran positif dari peningkatan investasi atau pertumbuhan produktivitas yang kuat terkait dalam mengurangi surplus transaksi berjalan di Asia Timur. Nevertheless, a fiscal adjustment in the United States turns out to be more effective in reducing the US current account deficit and thereby correcting global imbalance. Namun demikian, penyesuaian fiskal di Amerika Serikat ternyata lebih efektif dalam mengurangi defisit rekening AS saat ini dan dengan demikian memperbaiki ketidakseimbangan global.
Penanaman modal asing
Deskripsi
Kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.
Sumber
UU No 25 Th 2007 Tentang Penanaman Modal.
Tujuan Penanaman Modal Asing
Dewasa ini hampir di semua negara, khususnya negara berkembang membutuhkan modal asing. Modal asing itu merupakan suatu hal yang semakin penting bagi pembangunan suatu negara. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu negara, seperti stabilitas ekonomi, politik negara, penegakan hukum.
Penanaman modal memberikan keuntungan kepada semua pihak, tidak hanya bagi investor saja, tetapi juga bagi perekonomian negara tempat modal itu ditanamkan serta bagi negara asal para investor. Pemerintah menetapkan bidang-bidang usaha yang memerlukan penanaman modal dengan berbagai peraturan. Selain itu, pemerintah juga menentukan besarnya modal dan perbandingan antara modal nasional dan modal asing. Hal ini dilakukan agar penanaman modal tersebut dapat diarahkan pada suatu tujuan yang hendak dicapai. Bukan haya itu seringkali suatu negara tidak dapat menentukan politik ekonominya secara bebas, karena adanya pengaruh serta campur tangan dari pemerintah asing.
Berbagai strategi untuk mengundang investor asing telah dilakukan. Hal ini didukung oleh arah kebijakan ekonomi dalam TAP MPR RI Nomor IV/MPR/1999 salah satu kebijakan ekonomi tersebut adalah :
“mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang mengganggu mekanisme pasar, melalui regulasi, layanan publik, subsidi dan insentif yang dilakukan secara transparan dan diatur dengan undang-undang.”
Kebijakan mengundang modal asing adalah untuk meningkatkan potensi ekspor dan substitusi impor, sehingga Indonesia dapat meningkatkan penghasilan devisa dan mampu menghemat devisa, oleh karena itu usaha-usaha di bidang tersebut diberi prioritas dan fasilitas. Alasan kebijakan yang lain yaitu agar terjadi alih teknologi yang dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional Indonesia.
Upaya pemerintah untuk mencari modal asing agar mau kembali menanamkan modalnya di Indoensia sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ditambah lagi sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1998, penanaman modal di Indonesia semakin menurun. Jangan menarik investor, menjaga investor yang sudah ada saja belum maksimal, misalnya dengan tutupnya perusahaan asing seperti PT. Sony Electornics Indonesia pada 27 Nopember 2002. Terlebih lagi pada tahun 2003 yang lalu, hal ini dikarenakan adanya invasi Amerika ke Irak serta mewabahnya penyakit sindrom pernafasan akut. Hal ini menimbulkan ketidak pastian perekonomian dunia dan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia terutama terhadap penanam modal, padahal pemerintah telah mencanangkan tahun 2003 ini sebagai tahun investasi.
Untuk bisa memenuhi harapan tersebut, pemerintah, aparat hukum dan komponen masyarakat dituntut untuk segara menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi. Menyadari pentingnya penanaman modal asing, pemerintah Indonesia menciptakan suatu iklim penanaman modal yang dapat menarik modal asing masuk ke Indonesia. Usaha-usaha tersebut antara lain adalah dengan mengeluarkan peraturan-peraturan tentang penanaman modal asing dan kebijaksanaan pemerintah yang pada dasarnya tidak akan merugikan kepentingan nasional dan kepentingan investor.
Usaha pemerintah untuk selalu memperbaiki ketentuan yang berkaitan dengan penanaman modal asing antara lain dilakukan dengan memperbaiki peraturan dan pemberian paket yang menarik bagi investor asing. Pada akhirnya harus tetap diingat bahwa maksud diadakannya penanaman modal asing hanyalah sebagai pelengkap atau penunjang pembangunan ekonomi Indonesia. Pada hakekatnya pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan ketentuan swadaya masyarakat, oleh karena itu pemerintah harus bijaksana dan hati-hati dalam memberikan persetujuan dalam penanaman modal asing agar tidak menibulkan ketergantungan pada pihak asing yang akan menimbulkan dampak buruk bagi negara ini dikemudian hari.
Peran penanaman modal asing (FDI) dalam proses pembangunan ekonomi negara-negara maju dan berkembang telah banyak diutarakan dalam literatur pembangunan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi daerah. Lalu lintas modal asing antar negara dan antar lokalitas di dunia tersebut akan berlalu-lalang mengikuti dinamika perkembangan perusahaan-perusahaan lintas nasional (MNC) dan perusahaan global (global firms) yang dipermudah dengan globalisasi dan temuan teknologi. Bersama-sama dengan investasi domestik dan investasi masyarakat, FDI masih merupakan pilihan stratejik untuk memanfaatkan momentum kebangkitan perekonomian Indonesia di masa datang.
Manfaat positif dari peningkatan FDI di berbagai negara berkembang telah dirasakan manfaatnya baik oleh negara, pengusaha dan konsumen dari negara penerima.
Berikut ini beberapa pengaruh positif dari kehadiran FDI:
o Menutup defisit neraca traksaksi berjalan secara lebih netral. Artinya dibandingkan dengan pinjaman asing dan portfolio invetsment asing maka FDI banyak terbukti telah menolong penutupan defisit neraca trasaksi berjalan dari negara berkembang dengan baik.
o Memberikan efek multiplier positif pada peningkatan pertumbuhan kegiatan industri pasokan dan industri komponen.
o Memberikan efek multiplier yang tinggi pada penyerapan tenaga kerja trampil (lulusan program pasca sarjana dan sarjana) dan tenaga ahli khusus.
o Mempercepat proses transfer teknologi pada perusahaan mitra lokal dan perusahaan lokal yang terkait.
o Memberikan kesempatan peningkatan kegiatan terkait yang dilakukan oleh perusahaan kecil dan menengah.
o Mengurangi tingkat korupsi karena perusahaan MNC umumnya merupakan perusahaan yang go publik.
Namun demikian kehadiran FDI dan perusahaan MNC dapat juga menyebabkan berbagai potensi kerugian, yang antara lain meliputi:
o Produksi yang berlebihan di satu lokalitas dapat merusak kondisi lingkungan hidup.
o Tekanan politik dan iklim investasi yang tidak menguntungkan dapat mendorong perusahaan MNC melakukan relokasi kegiatannya ke tempat lain.
o Dalam beberapa kasus karena ketidak-siapan sumber daya dan entrepreneur lokal untuk berpartisipasi, kehadiran MNC kurang memberikan efek distribusi yang positif.
FDI di Indonesia
Kehadiran penanaman modal asing di negara kita bukan merupakan sesuatu yang baru bagi negara dan masyarakat Indonesia. FDI sempat menjadi primadona dalam mitra pembangunan saat negara kita melaju pada tingkat percepatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas 7% per tahunnya — saat sebelum krisis perekonomian terjadi. Bersama-sama dengan investasi masyarakat dan PMDN, penanaman modal secara keseluruhan telah tumbuh rata-rata sekitar 10,% per tahun pada periode 1991-1996 dengan kontribusi hampir mencapai 30 % terhadap Produk Domestik Bruto.
Kinerja penanaman modal yang kurang baik sejak 1996 menyebabkan lambannya proses pemulihan ekonomi negara kita beberapa tahun setelah krisis. Beberapa tantangan yang dihadapi untuk memberdayakan penanaman modal telah juga diakui oleh Pemerintah dalam Laporan buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Kendala dan tantangan tersebut antara lain:
1. Persaingan kebijakan investasi yang dilakukan oleh negara pesaing seperti China, Vietnam, Thailand dan Malaysia.
2. Masih rendahnya kepastian hukum, karena berlarutnya RUU Penanaman Modal.
3. Lemahnya insentif investasi.
4. Kualitas SDM yang rendah dan terbatasnya infrastruktur.
5. Tidak adanya kebijakan yang jelas untuk mendorong pengalihan teknologi dari PMA.
6. Masih tingginya biaya ekonomi, karena tingginya kasus korupsi, keamanan dan penyalah gunaan wewenang
7. Meningkatnya nilai tukar riil efektif rupiah.
8. Belum optimalnya pemberian insentif dan fasilitasi.
Strategi Manajerial Yang perlu Dibangun
Untuk mendorong lebih lanjut peningkatan investasi penanaman modal di Indonesia, perlu diciptakan iklim investasi dan usaha yang lebih menarik. Tetapi bagaimanakah iklim investasi ini dapat dibangun dan dikembangkan?
Singkat kata, iklim investasi yang positif dapat ditingkatkan melalui upaya-upaya berkesinambungan yang dilakukan oleh para birokrat dan para pelaku ekonomi di lokalitas-lokalitas tempat investasi dalam hal-hal berikut ini:
1. Memberikan kepastian hukum atas peraturan-peraturan pada tingkat pusat dan daerah serta menghasilkan produk hukum yang berkaitan dengan kegiatan penanaman modal sehingga tidak memberatkan beban tambahan pada biaya produksi usaha.
2. Memelihara keamanan dari potensi gangguan kriminalitas oleh oknum masyarakat terhadap aset-aset berharga perusahaan, terhadap jalur distribusi barang dan gudang serta pada tempat-tempat penyimpanan barang jadi maupun setengah jadi.
3. Memberikan kemudahan yang paling mendasar atas pelayanan yang ditujukan pada para investor, meliputi perijinan investasi, imigrasi, kepabeanan, perpajakan dan pertahanan wilayah.
4. Memberikan secara selektif rangkaian paket insentif investasi yang bersaing.
5. Menjaga kondisi iklim ketenagakerjaan yang menunjang kegiatan usaha secara berkelanjutan.
OPINI :
● menurut kami investasi yg sangat efisien adalah di bidang properti, karena di zaman ini sangat marak tentang bisnis property di kalangan masyrakat. Contoh saja, beberapa bulan ini media elektronik semacam tv banyak memberikan promosi menawarkan bisnis property. Yg sering kita lihat adalah pengembang Agung Sedayu Group yg gencar menawarkan tempat hunian dan juga bisnis property ini. Mereka memberi banyak kemudahan bagi orang-orang yg ingin mengakses tentang investasi property ini. Selain dengan resiko yg kecil, bisnis ini mempunyai prospek yg bagus, mengetahui harga tanah yg selalu meningkat karena pertumbuhan ekonomi yg meningkat. Belum lagi bila property ini berada di kawasan yg sangat strategis.
●Berdasarkan data yang ada, bahwa penanaman modal dalam negeri meningkat drastis pada tahun 2009-2010 yang bisa menjadi satu awal kebangkitan perekonomian Indonesia, apabila angka ini terus meningkat dan disertai SDA dan SDM yang mendukung didalamnya.
● Sebagaimana yang kita tahu, banyak perusahaan asing yang hengkang dari Indonesia seperti adidas, nike, sony, dan eberapa perusahaan lainnya. Hal ini disebabkan antara lain karna “aturan main” yang terkesan terlalu berbelit-belit dari Negara sehingga mereka pun memilih untuk hengkang dari bumi Indonesia nya. Kiranya dengan adanya beberapa perusahan yang telah hengkang dengan alasan tersebut haruslah kita memastikan kembali tentang peraturan yang berlaku sehingga menyamankan investor juga kita tidak sulit untuk mendapatkan dana.
Kesimpulan :
Penanaman modal dalam negri dan penanaman modal asing, memiliki resiko dan keuntungan nya masing-masing. Tergantung kita sebagai masyarakat untuk menyikapinya dan berperan serta dalam membuat iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Serta besikap kooperatif untuk mewujudkan simbiosis mutualisme antara investor dan Negara yang bersangkutan.
SUMBER:
http://kamushukum.com/en/penanaman-modal-asing/
http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/06/tujuan-penanaman-modal-asing.html
http://businessenvironment.wordpress.com/2007/01/18/strategi-menarik-penanaman-modal-asing-dalam-pembangunan-ekonomi/
google.com
http://kumpulan.info/uang/investasi/65-investasi/187-pilih-jenis-investasi-yang-tepat.html
http://www.kiwod.com/cerita-online/tips-berinvestasi-menguntungkan/
http://id.shvoong.com/business-management/investing/2063951-smart-investing-investasi-jangka-panjang/
Jumat, 06 Mei 2011
Senin, 14 Februari 2011
Perekonomian Indonesia Semakin Membaik
Denpasar (ANTARA News) - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana menegaskan, perekonomian Indonesia semakin membaik, seiring dengan berkurangnya tekanan krisis ekonomi global.
"Kondisi tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat berpeluang semakin membaik di masa-masa mendatang," kata Armida dalam sambutan tertulis disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Otonomi Daerah Bapenas MaX H.Pohan di Denpasar, Kamis.
Menteri menyatakan, berkat pertumbuhan ekonomi yang membaik posisi Indonesia berubah dari urutan 50 pada 2005 menjadi posisi 42 pada 2009 dari 57 negara di belahan dunia.
Kondisi itu berdampak pula terhadap semakin baiknya citra Indonesia di dunia internasional, dengan mememiliki daya saing tinggi untuk investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.
Armida mengungkapkan, dalam iklim investasi, posisi Indonesia membaik dari urutan ke 129 pada 2008 kini menjadi posisi 122 dari 183 negara yang menjadi sasaran investor untuk menanamkan modalnya.
Indikator keberhasilan lainnya adalah kemiskinan dan pengangguran yang cenderung menurun.
Kemiskinan turun dari 16,7 persen pada 2004 menjadi 14,1 persen 2009, sementara pengangguran turun dari 9,9 persen pada 2004 menjadi 8,1 persen pada 2009. (*)
sumber : http://www.antaranews.com/berita/1271921023/bapenas-perekonomian-indonesia-semakin-membaik
"Kondisi tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat berpeluang semakin membaik di masa-masa mendatang," kata Armida dalam sambutan tertulis disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Otonomi Daerah Bapenas MaX H.Pohan di Denpasar, Kamis.
Menteri menyatakan, berkat pertumbuhan ekonomi yang membaik posisi Indonesia berubah dari urutan 50 pada 2005 menjadi posisi 42 pada 2009 dari 57 negara di belahan dunia.
Kondisi itu berdampak pula terhadap semakin baiknya citra Indonesia di dunia internasional, dengan mememiliki daya saing tinggi untuk investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.
Armida mengungkapkan, dalam iklim investasi, posisi Indonesia membaik dari urutan ke 129 pada 2008 kini menjadi posisi 122 dari 183 negara yang menjadi sasaran investor untuk menanamkan modalnya.
Indikator keberhasilan lainnya adalah kemiskinan dan pengangguran yang cenderung menurun.
Kemiskinan turun dari 16,7 persen pada 2004 menjadi 14,1 persen 2009, sementara pengangguran turun dari 9,9 persen pada 2004 menjadi 8,1 persen pada 2009. (*)
sumber : http://www.antaranews.com/berita/1271921023/bapenas-perekonomian-indonesia-semakin-membaik
Sektor Industri Masih Dominasi Perekonomian Indonesia
[JAKARTA] Sampai tahun 2010, struktur perekonomian Indonesia masih tetap didominasi oleh sektor industri yakni sebesar 24,8 persen. Sementara sektor pertanian hanya 15,3 persen, sementara sektor perdagangan, hotel dan restoran 13,7 persen.
Demikian disampaikan Sekjen Kementerian Perindustrian, Anshari Bukhari, di kantornya, Selasa (8/2).
Ia mengatakan, sektor industri pengolahan non migas pada tahun 2010 menyumbang sekitar 21,6 persen, mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 22,6 persen.
Sementara itu, pada triwulan IV 2010 sektor industri pengolahan non migas tumbuh 6,0 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2009. "Secara kumulatif, pertumbuhan industri pengolahan non migas tahun 2010 sebesar 5,1 persen," kata dia.
Anshari mengatakan, kondisi tersebut menggambarkan, perkembangan sektor industri sudah berada pada tren positif naik, bahkan telah melampaui target pertumbuhan industri yang telah ditetapkan sebesar 4,65 persen untuk tahun 2010.
Dalam rangka menjadi tren positif tersebut, kata dia, perlu diciptakan iklim investasi yang kondusif dan meminimalkan biaya ekonomi tinggi melalui akselerasi pembangunan infrastruktur. Selain itu, kata dia, perlu ditingkatkan lingkungan global saat ini yang persaiangannya semakin ketat sehingga pembangunan industri perlu dipercepat dan dilakukan secara terintegrasi dengan sektor ekonomi lainnya.
Di tempat yang sama Dirjen Pengembangan Wilayah, Kementerian Perindustrian, Dedy Mulyadi, mengatakan, berdasarkan analisis pertumbuhan per cabang industri pada tahun 2010, masih terdapat satu cabang industri yang tumbuh negatif yaitu industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar -3,5 persen.
Sedangkan delapan cabang industri lainnya mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh industri alat angkut, mesin dan peralatan yaitu tumbuh sebesar 10,4 persen. Kemudian diikuti oleh industri pupuk, kimia dan barang dari karet yang tumbuh sebesar 4,7 persen.
Secara kumulatif, kata Dedy, sampai dengan triwulan IV tahun 2010 pertumbuhan industri yang dapat dicapai sebesar 5,1 persen dengan nilai PDB sebesar Rp 549.7733 miliar. Pertumbuhan tahun 2010 ini, kata dia, jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2009 yang hanya tumbuh sebesar 2,6 persen.
Hal ini, kata dia, didukung oleh kinerja ekspor yang cukup tinggi serta semakin membaiknya perekonomian global. Di samping itu, impor juga meningkat khususnya impor barang modal yang diperlukan untuk mendukung peningkatan kapasitas perekonomian.
Anshari mengatakan, industri barang kayu dan hasil hutan yang mengalami pertumbuhan negatif perlu mendapat perhatian pemerintah. Beberapa upaya yang dapat ditempuh adalah peningkatan penguasaan pasar internasional dan memperkuat keterkaitan hulu-hilir melalui pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah dengan program hilirisasi. [E-8]
sumber : http://www.suarapembaruan.com/home/sektor-industri-masih-dominasi-perekonomian-indonesia/3479
Demikian disampaikan Sekjen Kementerian Perindustrian, Anshari Bukhari, di kantornya, Selasa (8/2).
Ia mengatakan, sektor industri pengolahan non migas pada tahun 2010 menyumbang sekitar 21,6 persen, mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 22,6 persen.
Sementara itu, pada triwulan IV 2010 sektor industri pengolahan non migas tumbuh 6,0 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2009. "Secara kumulatif, pertumbuhan industri pengolahan non migas tahun 2010 sebesar 5,1 persen," kata dia.
Anshari mengatakan, kondisi tersebut menggambarkan, perkembangan sektor industri sudah berada pada tren positif naik, bahkan telah melampaui target pertumbuhan industri yang telah ditetapkan sebesar 4,65 persen untuk tahun 2010.
Dalam rangka menjadi tren positif tersebut, kata dia, perlu diciptakan iklim investasi yang kondusif dan meminimalkan biaya ekonomi tinggi melalui akselerasi pembangunan infrastruktur. Selain itu, kata dia, perlu ditingkatkan lingkungan global saat ini yang persaiangannya semakin ketat sehingga pembangunan industri perlu dipercepat dan dilakukan secara terintegrasi dengan sektor ekonomi lainnya.
Di tempat yang sama Dirjen Pengembangan Wilayah, Kementerian Perindustrian, Dedy Mulyadi, mengatakan, berdasarkan analisis pertumbuhan per cabang industri pada tahun 2010, masih terdapat satu cabang industri yang tumbuh negatif yaitu industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar -3,5 persen.
Sedangkan delapan cabang industri lainnya mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh industri alat angkut, mesin dan peralatan yaitu tumbuh sebesar 10,4 persen. Kemudian diikuti oleh industri pupuk, kimia dan barang dari karet yang tumbuh sebesar 4,7 persen.
Secara kumulatif, kata Dedy, sampai dengan triwulan IV tahun 2010 pertumbuhan industri yang dapat dicapai sebesar 5,1 persen dengan nilai PDB sebesar Rp 549.7733 miliar. Pertumbuhan tahun 2010 ini, kata dia, jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2009 yang hanya tumbuh sebesar 2,6 persen.
Hal ini, kata dia, didukung oleh kinerja ekspor yang cukup tinggi serta semakin membaiknya perekonomian global. Di samping itu, impor juga meningkat khususnya impor barang modal yang diperlukan untuk mendukung peningkatan kapasitas perekonomian.
Anshari mengatakan, industri barang kayu dan hasil hutan yang mengalami pertumbuhan negatif perlu mendapat perhatian pemerintah. Beberapa upaya yang dapat ditempuh adalah peningkatan penguasaan pasar internasional dan memperkuat keterkaitan hulu-hilir melalui pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah dengan program hilirisasi. [E-8]
sumber : http://www.suarapembaruan.com/home/sektor-industri-masih-dominasi-perekonomian-indonesia/3479
TUGAS 1
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan Capai 6% Tahun ini
Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5-6 persen pada 2010 dan meningkat menjadi 6-6,5 persen pada 2011. Dengan demikian prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari perkiraan semula.
"Di samping tetap kuatnya permintaan domestik, perbaikan terutama bersumber dari sisi eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global, seperti terlihat dari ekspor yang mencatat pertumbuhan positif sejak triwulan IV-2009," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono dalam siaran pers BI di Jakarta, Kamis (11/3).
Pemulihan ekonomi global terlihat dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jepang maupun di kawasan Asia (China dan India).
Di Amerika Serikat, pemulihan tercermin pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat dan dibarengi peningkatan respons di sisi produksi.
Sementara itu di Jepang, ditandai oleh pertumbuhan positif pada triwulan terakhir 2009. Di China dan India, indikasi pemulihan ekonomi lebih jelas terlihat seperti tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Berbagai perbaikan tersebut memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagang, termasuk Indonesia.
Sementara itu, pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang pada triwulan IV-2009 mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai sekitar 17 persen dan masih berlanjut pada Januari 2010.
Peningkatan ekspor tidak hanya terjadi pada komoditas pertambangan dan pertanian, tetapi juga ekspor komoditas manufaktur yang mulai meningkat. Perkembangan ini mendukung pertumbuhan di sektor industri dan sektor perdagangan yang lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, aktivitas impor sedikit meningkat sejalan dengan peningkatan ekspor tersebut, meskipun pada tingkat yang masih rendah.
Transaksi berjalan pada triwulan I-2010 diperkirakan mencatat surplus yang lebih besar dari perkiraan semula. Sementara itu, keyakinan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik tercermin pada surplus transaksi modal dan finansial yang masih cukup tinggi.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, untuk keseluruhan 2010 surplus NPI diperkirakan lebih baik dari perkiraan semula. "Tinggal 1 notch lagi bagi Indonesia untuk mencapai investment grade, sehingga akan semakin memberikan keyakinan yang lebih besar bagi investor asing untuk meningkatkan investasinya di Indonesia," ujar Hartadi menanggapi perbaikan sovereign rating Indonesia oleh Fitch menjadi BB+ dari semula BB beberapa waktu lalu.
Selain kinerja ekspor yang membaik tersebut, kegiatan konsumsi swasta juga menunjukkan perbaikan. Hal ini dikonfirmasi oleh peningkatan berbagai indikator konsumsi seperti impor barang konsumsi, penjualan mobil dan motor, serta penjualan ritel.
Ke depan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap meningkat sejalan dengan pendapatan yang lebih tinggi karena income effect dari perbaikan ekspor dan terjaganya tingkat keyakinan konsumen.
Di sisi harga, tekanan inflasi diyakini belum akan signifikan setidaknya pada semester I-2010. Perkembangan inflasi dalam dua bulan pertama 2010 masih tetap terjaga pada tingkat yang rendah.
Relatif terkendalinya inflasi juga tercermin pada perkembangan inflasi inti yang turun dari 4,43 persen (yoy) pada Januari 2010 menjadi 3,88 persen (yoy) pada Februari 2010.
Kenaikan inflasi IHK di awal 2010 terbukti bersifat temporer, terutama karena kenaikan harga beras, dan diperkirakan tidak terjadi lagi lonjakan harga dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan telah datangnya musim panen di berbagai daerah.
Kemungkinan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) diperkirakan tidak menimbulkan dampak yang besar terhadap inflasi sepanjang diterapkan terutama pada kelompok pelanggan besar. Secara keseluruhan, inflasi ke depan diyakini akan tetap terjaga pada sasaran yang ditetapkan yakni 5 persen + 1 persen pada 2010 dan 2011.
"Meskipun kegiatan ekonomi domestik meningkat, saya yakin belum akan melampaui tingkat output potensialnya, sehingga belum akan menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan dari sisi fundamental," tutur Hartadi.
*****
Pemerintah menargetkan Indonesia untuk masuk dalam 12 besar negara dengan kekuatan ekonomi mapan pada tahun 2025. Visi Pembangunan Ekonomi Indonesia 2025 disusun dengan sasaran kenaikan nilai nominal produk domestik bruto dari 800 miliar dollar AS saat ini menjadi 3,8 triliun dollar AS-4,5 triliun dollar AS.
Rencana ini dapat terwujud dengan memperkuat program pengembangan koridor ekonomi Indonesia yang akan membagi wilayah domestik ke dalam enam kawasan pusat pertumbuhan.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, dengan nilai nominal produk domestik bruto (PDB) tersebut dan memperhitungkan jumlah penduduk Indonesia, pendapatan per kapita pada 2025 antara 12.900 dollar AS dan 16.100 dollar AS. "Akan tetapi, yang paling esensial bukan hanya angka makronya, melainkan juga kualitas dari peningkatan ekonomi," paparnya, akhir pekan lalu.
Sementara itu, untuk rencana tahun ini, Hatta mengharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah harus di atas 7 persen dan rata-rata inflasi 4 persen sampai 6 persen. Adapun tingkat pengangguran hanya 5,6 persen dan tingkat kemiskinan 8 persen-10 persen.
“Pendapatan per kapita kita mendekati 5.000 dollar AS. Pada saat itu, PDB per kapita kita sudah harus di atas Rp 1 triliun. Sementara itu, PDB kita sudah mendekati 800 miliar dollar AS dan menuju 1.000 miliar dollar AS pada 2014,” terang Hatta.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah telah menetapkan 8 program utama dan 18 aktivitas ekonomi. Kedelapan program utama yang akan didorong itu adalah industri, pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi, dan pengembangan kawasan.
Dalam program industri, kata Hatta, terdapat enam aktivitas ekonomi utama, yakni pengembangan industri baja, makanan dan minuman, industri tekstil, mesin dan peralatan transportasi, industri perkapalan, serta pengembangan food estate. (Bambang Rakhmanto/Kontan)
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/14/07233770/RI.Masuk.12.Besar.Negara.Mapan.Dunia
http://ekonomi.tvone.co.id/berita/view/34206/2010/03/11/pertumbuhan_ekonomi_indonesia_diperkirakan_capai_6_tahun_ini/
Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5-6 persen pada 2010 dan meningkat menjadi 6-6,5 persen pada 2011. Dengan demikian prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari perkiraan semula.
"Di samping tetap kuatnya permintaan domestik, perbaikan terutama bersumber dari sisi eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global, seperti terlihat dari ekspor yang mencatat pertumbuhan positif sejak triwulan IV-2009," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono dalam siaran pers BI di Jakarta, Kamis (11/3).
Pemulihan ekonomi global terlihat dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jepang maupun di kawasan Asia (China dan India).
Di Amerika Serikat, pemulihan tercermin pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat dan dibarengi peningkatan respons di sisi produksi.
Sementara itu di Jepang, ditandai oleh pertumbuhan positif pada triwulan terakhir 2009. Di China dan India, indikasi pemulihan ekonomi lebih jelas terlihat seperti tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Berbagai perbaikan tersebut memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagang, termasuk Indonesia.
Sementara itu, pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang pada triwulan IV-2009 mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai sekitar 17 persen dan masih berlanjut pada Januari 2010.
Peningkatan ekspor tidak hanya terjadi pada komoditas pertambangan dan pertanian, tetapi juga ekspor komoditas manufaktur yang mulai meningkat. Perkembangan ini mendukung pertumbuhan di sektor industri dan sektor perdagangan yang lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, aktivitas impor sedikit meningkat sejalan dengan peningkatan ekspor tersebut, meskipun pada tingkat yang masih rendah.
Transaksi berjalan pada triwulan I-2010 diperkirakan mencatat surplus yang lebih besar dari perkiraan semula. Sementara itu, keyakinan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik tercermin pada surplus transaksi modal dan finansial yang masih cukup tinggi.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, untuk keseluruhan 2010 surplus NPI diperkirakan lebih baik dari perkiraan semula. "Tinggal 1 notch lagi bagi Indonesia untuk mencapai investment grade, sehingga akan semakin memberikan keyakinan yang lebih besar bagi investor asing untuk meningkatkan investasinya di Indonesia," ujar Hartadi menanggapi perbaikan sovereign rating Indonesia oleh Fitch menjadi BB+ dari semula BB beberapa waktu lalu.
Selain kinerja ekspor yang membaik tersebut, kegiatan konsumsi swasta juga menunjukkan perbaikan. Hal ini dikonfirmasi oleh peningkatan berbagai indikator konsumsi seperti impor barang konsumsi, penjualan mobil dan motor, serta penjualan ritel.
Ke depan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap meningkat sejalan dengan pendapatan yang lebih tinggi karena income effect dari perbaikan ekspor dan terjaganya tingkat keyakinan konsumen.
Di sisi harga, tekanan inflasi diyakini belum akan signifikan setidaknya pada semester I-2010. Perkembangan inflasi dalam dua bulan pertama 2010 masih tetap terjaga pada tingkat yang rendah.
Relatif terkendalinya inflasi juga tercermin pada perkembangan inflasi inti yang turun dari 4,43 persen (yoy) pada Januari 2010 menjadi 3,88 persen (yoy) pada Februari 2010.
Kenaikan inflasi IHK di awal 2010 terbukti bersifat temporer, terutama karena kenaikan harga beras, dan diperkirakan tidak terjadi lagi lonjakan harga dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan telah datangnya musim panen di berbagai daerah.
Kemungkinan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) diperkirakan tidak menimbulkan dampak yang besar terhadap inflasi sepanjang diterapkan terutama pada kelompok pelanggan besar. Secara keseluruhan, inflasi ke depan diyakini akan tetap terjaga pada sasaran yang ditetapkan yakni 5 persen + 1 persen pada 2010 dan 2011.
"Meskipun kegiatan ekonomi domestik meningkat, saya yakin belum akan melampaui tingkat output potensialnya, sehingga belum akan menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan dari sisi fundamental," tutur Hartadi.
*****
Pemerintah menargetkan Indonesia untuk masuk dalam 12 besar negara dengan kekuatan ekonomi mapan pada tahun 2025. Visi Pembangunan Ekonomi Indonesia 2025 disusun dengan sasaran kenaikan nilai nominal produk domestik bruto dari 800 miliar dollar AS saat ini menjadi 3,8 triliun dollar AS-4,5 triliun dollar AS.
Rencana ini dapat terwujud dengan memperkuat program pengembangan koridor ekonomi Indonesia yang akan membagi wilayah domestik ke dalam enam kawasan pusat pertumbuhan.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, dengan nilai nominal produk domestik bruto (PDB) tersebut dan memperhitungkan jumlah penduduk Indonesia, pendapatan per kapita pada 2025 antara 12.900 dollar AS dan 16.100 dollar AS. "Akan tetapi, yang paling esensial bukan hanya angka makronya, melainkan juga kualitas dari peningkatan ekonomi," paparnya, akhir pekan lalu.
Sementara itu, untuk rencana tahun ini, Hatta mengharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah harus di atas 7 persen dan rata-rata inflasi 4 persen sampai 6 persen. Adapun tingkat pengangguran hanya 5,6 persen dan tingkat kemiskinan 8 persen-10 persen.
“Pendapatan per kapita kita mendekati 5.000 dollar AS. Pada saat itu, PDB per kapita kita sudah harus di atas Rp 1 triliun. Sementara itu, PDB kita sudah mendekati 800 miliar dollar AS dan menuju 1.000 miliar dollar AS pada 2014,” terang Hatta.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah telah menetapkan 8 program utama dan 18 aktivitas ekonomi. Kedelapan program utama yang akan didorong itu adalah industri, pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi, dan pengembangan kawasan.
Dalam program industri, kata Hatta, terdapat enam aktivitas ekonomi utama, yakni pengembangan industri baja, makanan dan minuman, industri tekstil, mesin dan peralatan transportasi, industri perkapalan, serta pengembangan food estate. (Bambang Rakhmanto/Kontan)
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/14/07233770/RI.Masuk.12.Besar.Negara.Mapan.Dunia
http://ekonomi.tvone.co.id/berita/view/34206/2010/03/11/pertumbuhan_ekonomi_indonesia_diperkirakan_capai_6_tahun_ini/
Minggu, 26 Desember 2010
TUGAS 8
1.Dalam bisnis internasional dikenal 2transaksi bisnis internasional yaitu:
a.perdagangan internasional(interational trade)
b.pemasaran internasional(international marketing)
jelaskan apa bedanya kedua transaksi bisnis?
jawaban:
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
pemasaran internasional adalah Penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses manajemen
pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa
perusahaan kepada konsumen di berbagai negara.
jadi letak perbedaanya terletak padapemasaran internasional yang lebih menutamakan konsep strategi penjualan sedangkan perdagangan internasional adalah perdagangan secara global yang dilakukan oleh penduduk antar negara dengan hasil kesepaklatan bersama.
2.Coba jelaskan bagaimana tahap-tahap dalam memasuki bisnis internasional dimulai dari tahapan yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahapan yang paling kompleks dan mengandung resiko bisnis yang sangat tinggi!
Jawaban :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
PENJUAlAN LISENSI (LICENSING)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.
3.Hambatan apa saja dalam memasuki bisnis internasional?
jawaban:
Setiap negara selalu menginginkan perdagangan yang dilakukan antarnegara dapat berjalan dengan lancar. Namun, terkadang kegiatan perdagangan antarnegara juga mengalami beberapa hambatan. Hambatan-hambatan inilah yang dapat merugikan negara-negara yang
melakukan perdagangan internasional. Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.
a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara
pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran
bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah,
maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila
membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau
menggunakan L/C.
d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
e . Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
f . Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara
anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.
SUMBER :
-http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
-http://images.okadika.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SGce8AoKCjwAAAslxBo1/11-pemasaran-internasional-intro.pdf?nmid=103267578
-http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/bisnis-internasional-30/
-http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perdagangan_Internasional_9.2_(BAB_7)#4._Hambatan_P_Perdagangan_erdagangan_Internasional
a.perdagangan internasional(interational trade)
b.pemasaran internasional(international marketing)
jelaskan apa bedanya kedua transaksi bisnis?
jawaban:
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
pemasaran internasional adalah Penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses manajemen
pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa
perusahaan kepada konsumen di berbagai negara.
jadi letak perbedaanya terletak padapemasaran internasional yang lebih menutamakan konsep strategi penjualan sedangkan perdagangan internasional adalah perdagangan secara global yang dilakukan oleh penduduk antar negara dengan hasil kesepaklatan bersama.
2.Coba jelaskan bagaimana tahap-tahap dalam memasuki bisnis internasional dimulai dari tahapan yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahapan yang paling kompleks dan mengandung resiko bisnis yang sangat tinggi!
Jawaban :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
PENJUAlAN LISENSI (LICENSING)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.
3.Hambatan apa saja dalam memasuki bisnis internasional?
jawaban:
Setiap negara selalu menginginkan perdagangan yang dilakukan antarnegara dapat berjalan dengan lancar. Namun, terkadang kegiatan perdagangan antarnegara juga mengalami beberapa hambatan. Hambatan-hambatan inilah yang dapat merugikan negara-negara yang
melakukan perdagangan internasional. Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.
a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara
pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran
bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah,
maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila
membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau
menggunakan L/C.
d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
e . Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
f . Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara
anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.
SUMBER :
-http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
-http://images.okadika.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SGce8AoKCjwAAAslxBo1/11-pemasaran-internasional-intro.pdf?nmid=103267578
-http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/bisnis-internasional-30/
-http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perdagangan_Internasional_9.2_(BAB_7)#4._Hambatan_P_Perdagangan_erdagangan_Internasional
Jumat, 17 Desember 2010
resep makanan chicken cordon bleu
Resep Masakan - Chicken Cordon Bleu
Bahan:
2 dada ayam, tanpa kulit
2 lembar irisan roast beef (daging sapi panggang)
2 sdt mustard
garam & merica secukupnya
Kulit:
tepung terigu (plain flour)
tepung roti (bread crumbs)
1 butir telur kocok
Cara:
1. Belah dada ayam secara horisontal (melebar), tapi jangan sampai terpotong. Buka di tengah, lumuri dengan mustard, garam & merica.
2. Letakkan roast beef di tengah2 dada ayam, tutup kembali. Bila perlu, tusuk dengan tusuk gigi agar tidak terbuka. Taruh di kulkas selama 30 menit.
3. Labur dada ayam dengan tepung terigu, lalu celupkan dalam telur kocok. Setelah itu labur dengan tepung roti sampai seluruh permukaan dada ayam terlapisi.
4. Goreng dengan api kecil dulu. Setelah 3/4 matang, besarkan api. Jangan lupa buang tusuk gigi setelah menggoreng, sebelum menghidangkan.
5. Sajikan dengan saus tomat atau sambal ABC.
Dikirim oleh : Levina
Untuk resep masakan lainnya silahkan dilihat di ResepMasakanku.com
http://resepmasakanku.com/resep-makanan-barat/resep-masakan-chicken-cordon-bleu.html
Bahan:
2 dada ayam, tanpa kulit
2 lembar irisan roast beef (daging sapi panggang)
2 sdt mustard
garam & merica secukupnya
Kulit:
tepung terigu (plain flour)
tepung roti (bread crumbs)
1 butir telur kocok
Cara:
1. Belah dada ayam secara horisontal (melebar), tapi jangan sampai terpotong. Buka di tengah, lumuri dengan mustard, garam & merica.
2. Letakkan roast beef di tengah2 dada ayam, tutup kembali. Bila perlu, tusuk dengan tusuk gigi agar tidak terbuka. Taruh di kulkas selama 30 menit.
3. Labur dada ayam dengan tepung terigu, lalu celupkan dalam telur kocok. Setelah itu labur dengan tepung roti sampai seluruh permukaan dada ayam terlapisi.
4. Goreng dengan api kecil dulu. Setelah 3/4 matang, besarkan api. Jangan lupa buang tusuk gigi setelah menggoreng, sebelum menghidangkan.
5. Sajikan dengan saus tomat atau sambal ABC.
Dikirim oleh : Levina
Untuk resep masakan lainnya silahkan dilihat di ResepMasakanku.com
http://resepmasakanku.com/resep-makanan-barat/resep-masakan-chicken-cordon-bleu.html
studentsite
STUDENTSITE GUNADARMA
STUDENT SITE adalah fasilitas berbasis web yang diperuntukan bagi semua mahasiswa Universitas Gunadarma yang masih aktif. Dengan fasilitas ini, mahasiswa Universitas Gunadarma dapat berkolaborasi dan saling mendapatkan informasi antar civitas akademika Universitas Gunadarma.
(http://www.gunadarma.ac.id/id/page/semakin-mudah-dan-nyaman-dengan-student-site.html)
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STUDENTSITE
menurut yang saya analisa,sistem web server di http://studentsite.gunadarma.ac.id tetaplah sebuah web server biasa yang pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan,diantaranya kelebihan dari studentsite ini adalah :
1.dapat memberitahu dengan cepat kepada seluruh mahasiswa/mahasiswi tentang beberapa pengumuman yang bersifat penting/mendadak
2.dapat mengakses beberapa halaman yang terhubung dengan website utama universitas gunadarma tanpa bersusah payah
3.multifungsi,bisa menjadi email client,blog pribadi,atau sekedar menjadi tempat mengetahui beberapa pengumuman penting
disamping kelebihannya yang sangat bagus dan penting,ada beberapa kekurangan yang juga mesti diperhatikan oleh para webmaster universitas gunadarma,antaranya:
1.terlalu seringnya studentsite mati/non-aktif,yang menurut analisis saya ini terjadi karena bottleneck/terlalu banyaknya mahasiswa/mahasiswi yang mengakses studentsite dalam kurun waktu tertentu dalam bersamaan
2.masih tak berfungsinya beberapa utilitis penting dalam studentsite,salah satunya adalah fungsi Calendar yang hingga saya menulis artikel ini masih belum berfungsi.
semoga tulisan saya ini bisa membuat studentsite gunadarma sebagai salah satu yang sangat penting bagi para mahasiswa/mahasiswi lebih diperhatikan dan ditingkatkan.
http://novriadi.blogdetik.com/2010/10/20/studentsite-gunadarma-univesitysegala-kekurangan-dan-kelebihannya-2/
FITUR FITUR YANG TERDAPAT DALAM STUDENTSITE
Fitur-fitur dan menu apa saja yang ada di dalam Studentsite…??
Di Dalam Menu layanan Studentsite :
Home
VWWV News
BAAK News
Lecture Messangers
Rangkuman Nilai
Jadwal Kuliah
Bebas Perpustakaan
Surat Keterangan
Info Absensi
Pendaftaran Lomba Blog
Tulisan (UG Portfolio)
Tugas (UG Portfolio)
Deposit Library
Warta warga
Blog Komunitas Perbankan
Blog Komunitas Linux
Blog Komunitas Fotografi
E- Mail
Calendar
AddresBox
http://abdullahbasuk1.wordpress.com/2010/10/24/studentsite-gunadarma/
STUDENT SITE adalah fasilitas berbasis web yang diperuntukan bagi semua mahasiswa Universitas Gunadarma yang masih aktif. Dengan fasilitas ini, mahasiswa Universitas Gunadarma dapat berkolaborasi dan saling mendapatkan informasi antar civitas akademika Universitas Gunadarma.
(http://www.gunadarma.ac.id/id/page/semakin-mudah-dan-nyaman-dengan-student-site.html)
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STUDENTSITE
menurut yang saya analisa,sistem web server di http://studentsite.gunadarma.ac.id tetaplah sebuah web server biasa yang pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan,diantaranya kelebihan dari studentsite ini adalah :
1.dapat memberitahu dengan cepat kepada seluruh mahasiswa/mahasiswi tentang beberapa pengumuman yang bersifat penting/mendadak
2.dapat mengakses beberapa halaman yang terhubung dengan website utama universitas gunadarma tanpa bersusah payah
3.multifungsi,bisa menjadi email client,blog pribadi,atau sekedar menjadi tempat mengetahui beberapa pengumuman penting
disamping kelebihannya yang sangat bagus dan penting,ada beberapa kekurangan yang juga mesti diperhatikan oleh para webmaster universitas gunadarma,antaranya:
1.terlalu seringnya studentsite mati/non-aktif,yang menurut analisis saya ini terjadi karena bottleneck/terlalu banyaknya mahasiswa/mahasiswi yang mengakses studentsite dalam kurun waktu tertentu dalam bersamaan
2.masih tak berfungsinya beberapa utilitis penting dalam studentsite,salah satunya adalah fungsi Calendar yang hingga saya menulis artikel ini masih belum berfungsi.
semoga tulisan saya ini bisa membuat studentsite gunadarma sebagai salah satu yang sangat penting bagi para mahasiswa/mahasiswi lebih diperhatikan dan ditingkatkan.
http://novriadi.blogdetik.com/2010/10/20/studentsite-gunadarma-univesitysegala-kekurangan-dan-kelebihannya-2/
FITUR FITUR YANG TERDAPAT DALAM STUDENTSITE
Fitur-fitur dan menu apa saja yang ada di dalam Studentsite…??
Di Dalam Menu layanan Studentsite :
Home
VWWV News
BAAK News
Lecture Messangers
Rangkuman Nilai
Jadwal Kuliah
Bebas Perpustakaan
Surat Keterangan
Info Absensi
Pendaftaran Lomba Blog
Tulisan (UG Portfolio)
Tugas (UG Portfolio)
Deposit Library
Warta warga
Blog Komunitas Perbankan
Blog Komunitas Linux
Blog Komunitas Fotografi
E- Mail
Calendar
AddresBox
http://abdullahbasuk1.wordpress.com/2010/10/24/studentsite-gunadarma/
Langganan:
Postingan (Atom)